BEM KM IPB Tuai Kritik Usai Beberapa Kali Lakukan Pemberhentian Pengurus

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM Institut Pertanian Bogor (IPB) tuai kritik usai beberapa kali lakukan pemberhentian pengurus. Salah satu kritik disampaikan oleh akun Twitter yang tidak menunjukan identitas aslinya. Akun tersebut bernama @Bos_Taurus1800.

Kepengurusan BEM KM IPB 2021/2022 dipimpin oleh Muhammad Yuza Augusti dan wakilnya M. Fauzan Ramdani dengan nama kabinet Lamansua. Namun akun yang tidak menunjukan identitas aslinya itu menyebut bahwa kabinet BEM KM IPB kepengurusan tahun ini adalah “kabinet minta maaf”.

“Bem km kabinet minta maaf,” isi cuitan akun tersebut.

Pada 16 Juli 2022 lalu, BEM KM IPB memberhentikan seorang pengurus karena unggahan foto berlatarkan bendera pelangi dan mencantumkan tulisan “Happy Pride Month” bertepatan dengan momen pride month. Unggahan ini dinilai BEM KM IPB sebagai tindakan mendukung LGBTQIA+, sehingga pengurus disangkakan telah melanggar Peraturan Senat Akademik IPB Nomor 33/SA-IPB/P/2019 Pasal 8 Ayat 1 Poin C.

Menurut akun @Bos_Taurus1800 tindakan yang dilakukan BEM KM IPB terkait pemecatan pengurusnya itu tidak sejalan dengan apa yang selama ini digaungkan BEM KM IPB tentang kebebasan berpendapat.

“Bem km: Ngomongin kebebasan berpendapat. Also bem km: memberhentikan menterinya yang berpendapat,” kata akun tersebut.

Akun tersebut juga mengkritisi tindakan BEM KM IPB yang memberhentikan tiga pengurusnya baru-baru ini. Dua pengurus tersebut menjabat sebagai Bendahara Umum Internal dan Menteri Pertanian dan Desa. Mereka berdua diberhentikan karena telah menyelesaikan studi dan melaksanakan prosesi wisuda pada bulan September 2022. Sedangkan satu lagi pengurus yang diberhentikan menjabat sebagai Menteri Kementerian Kebijakan Nasional. Ia diberhentikan karena telah memasuki surat peringatan ketiga.

Akun yang mengkritik kinerja BEM KM itu bertanya-tanya mengapa BEM KM memberhentikan pengurusnya karena wisuda.

“Nih juga pake acara pemberhentian pengurus bem km gara gara wisuda, kalo dari awal gak niat nge bem, kenapa harus di paksa???,” tulis akun @Bos_Taurus1800.

“Ada apa dengan bem km sekarang????” katanya menambahkan.

Polemik ini menjadi perbincangan hangat di platform Twitter dan telah dibagikan sebanyak 9 kali, 5 komentar, dan 61 disukai. Beberapa akun Twitter memberikan komentarnya yang senada dengan cuitan @Bos_Taurus1800. Salah satu akun yang bernama @sekisgneiss menganggap BEM KM tahun ini terlalu banyak drama. 

“Banyak drama”, tulis akun Twitter @sekisgneiss pada kolom komentar.

Sampai sekarang BEM KM IPB Kabinet Lamansua telah mencapai tahap akhir kepengurusan dan akan selesai tanggung jawabnya pada akhir bulan November 2022.

Reporter   : Shintia Rahma

Editor        : Agung Nugroho

Ilustrator  : Syabil Rofilah Alif Permana

Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.