Event Update

E-Halo, Inovasi Permainan Ludo Berbasis Kesehatan

Sumber: Dokumentasi PKM-M E-Halo

Sumber: Dokumentasi PKM-M E-Halo

Institut Pertanian Bogor (IPB) yang dijuluki sebagai kampus inovasi kembali menunjukan eksistensinya melalui Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M). Kelima mahasiswa kedokteran hewan yang diketuai oleh Aldilah Yafitz (2014) bersama timnya Rahma Yelvi Anaf (2014), Elsi Rahmadhani (2015), Fathan Abdul Aziz (2015), serta Panji Khoirul Anam (2015) menciptakan sebuah permainan yang dapat menjadi media pembelajaran interaktif higiene personal pada anak dengan pendekatan one health yang diberi nama Edukasi Higiene Personal Ludo (E-Halo).

E-Halo merupakan inovasi dari permainan ludo yang dibuat berukuran raksasa dan memiliki berbagai macam konten higiene personal pada empat sudut papan permainannya seperti kebersihan diri, kebersihan lingkungan, makanan dan minuman, serta perilaku menghindari penyakit.

Mekanisme permainan E-Halo tidak jauh berbeda dengan permainan ludo pada umumnya, namun terdapat beberapa perbedaan seperti para pemain yang bertindak sebagai bidak di papan permainan serta perbedaan lainnya adalah pada saat permainan ludo dimainkan, yaitu ketika terdapat dua pemain menempati kotak yang sama maka pemain yang telah lebih dahulu berada dalam kotak tersebut harus kembali ke titik start sedangkan pada E-Halo kedua bidak tetap dibiarkan dalam satu kotak yang sama.

”Tujuan diadakannya E-Halo adalah sebagai edukasi bukan kompetisi”, ujar Fathan salah satu anggota tim. Pada papan permainan E-Halo juga terdapat kotak-kotak kecil yang berisikan funfact dan pertanyaan.

“Pada kotak dengan gambar bintang, kotak tersebut berisikan funfact yang harus dibaca dengan keras oleh pemain yang berhenti pada kotak tersebut. Jika pemain berhenti pada kotak bergambar, mereka akan memilih kartu pertanyaan yang sesuai dengan gambar yang ada pada kotak”, imbuh Yelvi. Aldilah dan tim memilih Madrasah Ibtidaiyyah (MI) PUI yang berada di daerah Cibanteng, Bogor sebagai tempat pelaksanaan PKM, sedangkan untuk siswanya, E-Halo diterapkan pada siswa kelas 5 SD karena dirasa telah mampu dan memiliki kematangan dalam berpikir serta kemudahan untuk diajak bekerja sama.

Penerapan E-Halo mempunyai beberapa tahapan kegiatan. Tahapan pertama ialah ‘Tak Kenal Maka Tak Sayang’, tahapan yang kedua adalah ‘Tahukah Kamu’, dan tahapan ketiga yaitu ‘Ayo Bermain’. “Kita melibatkan guru dalam permainan ini agar nantinya, pada saat tim kami sudah tidak melanjutkan program PKM ini, E-Halo dapat terus dijalankan oleh para guru”, tutur Aldilah. Tahapan kegiatan yang terakhir ‘Daah Kuman’ yang berupa pemberian post-test untuk menguji hasil dari penerapan E-Halo serta perpisahan dengan mitra yang diikuti dengan buka bersama.

Aldilah Yafitz sebagai ketua tim berharap agar penyebaran penyakit menular dapat ditekan secara signifikan. Selain itu, pemerintah khususnya Kementrian Kesehatan dan Dinas
Kesehatan dapat mensosialisasikan higiene personal secara menarik dan interaktif dengan menggunakan permainan E-Halo pada anak-anak SD maupun MI.

Karina Rahmi

Editor : Tasya Chotimah, Efi S

About Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus
Lembaga Pers Mahasiswa Institut Pertanian Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*