Pegawai Publik IPB Lakukan Vaksinasi Covid-19 Tahap 2

IPB lakukan vaksinasi tahap 2 kepada 1.600 pegawai publik di Grha Widya Wisuda (GWW) pada Kamis (18/3). Vaksin disediakan oleh pemerintah dengan jenis vaksin Sinovac. Kegiatan tersebut dilakukan secara insidental menyesuaikan dengan kuota yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor kepada pihak kampus. Sistem kepesertaan diatur oleh pihak IPB berdasarkan list by name by address kepada hampir seluruh pegawai IPB. “Dari situ kita tentukan prioritas,” ujar dr. Naufal Muharam Nurdin selaku penanggung jawab pada kegiatan vaksinasi hari itu.

Terdapat perbedaan pada sumber informasi yang didapatkan oleh peserta vaksinasi. Pertama, informasi didapatkan melalui email apps yang dikirimkan oleh pihak kampus. Kemudian, apabila pihak yang ditawarkan tidak menyetujuinya, maka orang tersebut harus mengisi form yang sudah disediakan. Kedua, informasi didapatkan melalui link yang berisikan tawaran mengenai pemberian vaksin. Apabila bersedia, maka orang tersebut akan diberikan form berisi data diri dan data kesehatan, yang nantinya akan ada panggilan mengenai waktu pelaksanaan vaksinasi. Kedua informasi tersebut didapatkan dari dua orang berbeda yang ditemui di tempat vaksinasi berlangsung.

“Kalau bisa jaga kesehatan dulu, karena kalau ada masalah kesehatan misalnya darah tinggi atau semacamnya, tidak bisa divaksin,” ujar Ibu Catty, salah satu narasumber yang mengikuti vaksinasi.

Mekanisme pelaksanaan vaksinasi diawali dengan pengisian form berisikan pertanyaan-pertanyaan mengenai data diri dan kondisi kesehatan peserta. Dokumen pendukung berupa KTP fotokopi, KTP asli, dan post scanning perlu dilampirkan. Kemudian, data dikumpulkan dan masuk ke tahap pengecekan kesehatan, pengecekan data diri, dan berkas pendukung. Apabila kondisi kesehatan peserta baik, maka akan langsung disuntik vaksin. Namun jika kondisi kesehatan kurang baik, maka proses suntik vaksin tidak akan diteruskan.

Dari kedua narasumber sebagai peserta yang divaksinasi hari itu, keduanya merespons positif dengan adanya kegiatan vaksinasi ini. Ibu Darsi, salah satu narasumber, berpendapat, “Pemerintah pasti akan melakukan yang terbaik untuk warganya karena Presiden pun sebagai pemimpin sudah lebih dahulu divaksin. Jadi menurut Ibu, masyarakat seharusnya tidak perlu takut untuk divaksin. Positive thinking saja.”

Kepada para mahasiswa, dr. Naufal berpesan untuk jangan khawatir divaksin. Vaksinasi bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat supaya pandemi dapat cepat selesai. “Setelah divaksin, jangan meninggalkan protokol kesehatan. Karena vaksin itu melindungi masyarakat, tetapi kita sendiri masih mungkin terkena Covid 19,” tutupnya.

Reporter: Nabila Dyah Puspita dan Tsurayya Syifa’ Azmira
Fotografer: Yulinda Rahadatul Nabila
Editor: Ikfanny Alfi Muhibbah Shalihah

Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.