Ujian Tengah Semester Ditunda dan Dialihkan ke Basis Online

Ujian Tengah Semester (UTS) yang saat ini tengah dilangsungkan oleh IPB University dan tersisa pada 16 hingga 20 Maret 2020 ini terpaksa ditunda. Segala kegiatan di kampus, termasuk akademik terpaksa ditiadakan, termasuk kegiatan UTS. Hal ini merupakan kebijakan yang diambil untuk menindaklanjuti tanggapan IPB terhadap merebaknya penyakit COVID-19.

Surat edaran mengenai waktu dan penyelenggaraan UTS diterbitkan oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Dr. Ir. Drajat Martianto, M.Sc. yang merupakan tembusan dari Rektor IPB, Dr. Ir. Arif Satria, S.P., M.Si. Dalam surat tersebut dinyatakan bahwa jadwal UTS periode 16 hingga 20 Maret 2020 ditunda dan akan dilaksanakan kembali pada 23 hingga 28 Maret 2020. Pelaksanaan sisa UTS dilakukan dengan metode berbasis online atau take home exam.

Isi surat tersebut dipertegas oleh Rektor IPB dalam video IG TV di akun instagram pribadinya, @arifsatria10. Dalam videonya tersebut, Dr. Ir. Arif Satria mengatakan bahwa IPB mengambil kebijakan dalam bidang akademik, salah satunya yaitu perubahan waktu UTS serta metode penyelenggaraannya. IPB mencoba metode baru yang memungkinkan kegiatan akademik dilakukan dengan jarak jauh.

Penundaan ini diharapkan mampu memberikan ruang bagi tenaga kependidikan untuk mempersiapkan pengalihan metode UTS ke basis online. Para peserta UTS juga diberi cukup waktu untuk mempersiapkan fasilitas yang diperlukan seperti komputer dan koneksi internet. Selain itu, waktu belajar yang diberikan juga semakin lama. Setelah sesi UTS berlanjut, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) akan tetap dilaksanakan namun dengan metode pembelajaran lain yang tidak melibatkan aktivitas tatap muka.

Sebelumnya, IPB telah menerbitkan surat edaran sejak 29 Februari, 11 Maret, dan 14 Maret 2020 terkait upaya meminimalkan segala bentuk risiko terhadap merebaknya virus corona yang akhir-akhir ini hangat diperbincangkan. Selain kebijakan di bidang akademik seperti kegiatan belajar mengajar online dan penundaan UTS, IPB juga melakukan berbagai kebijakan lain yaitu salah satunya adalah pendirian Crisis Center sebagai sebuah pusat informasi, pencegahan, dan koordinasi untuk mengambil tindak preventif untuk dalam menghadapi masalah yang cukup serius ini.

Editor: Putri Arum Puspitasari

Yuniar Galuh Nur Fatiha

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.