Event Update

Fakultas Kedokteran Hewan IPB menuju Akreditasi ASEAN

Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB telah melakukan sistem standardisasi internasional yang dilaksanakan pada April 2016. Badan pengakreditasi internasional tersebut merupakan kumpulan universitas besar ASEAN atau lebih dikenal ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA).

Dekan FKH,  Prof. Dr. Drh. Srihadi Agungpriyono, menyatakan bahwa standardisasi ini tidak hanya berkelas ASEAN saja melainkan berkelas internasional, dan juga untuk meningkatkan eksistensi FKH di dunia Internasional.  Akreditasi ini lebih meninjau dari aspek mutu pendidikannya.

Sebelum dilakukan proses peninjauan standardisasi oleh AUN-QA, FKH telah diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan akreditasi A pada bulan Oktober 2015.

fkh

Terdapat beberapa perbedaan aspek peninjauan antara BAN-PT  dengan AUN-QA. “AUN-QA lebih menilai pada penjamin mutu suatu Universitas seperti pelaksanaan pendidikan, program studi untuk mencapai visi-misi, sarjana yang dihasilkan sesuai dengan kompetensinya, dan cara pencapaian visi-misi tersebut, “ ungkap Prof. Dr. Drh. Srihadi Agungpriyono.

“Selain itu juga, Standardisasi ini melihat mutu tatakelola pelaksanaan studi, output dari sarjana yang dihasilkan, sarjana yang dihasilkan dibutuhkan atau tidak dimasyarakat,  kompetensi dari lulusan dan kurikulum,“ tutur Prof. Dr. Drh. Srihadi Agungpriyono. “Begitu pula dengan hasil dari akreditasinya AUN-QA tidak memberikan penilaian huruf mutu seperti A, B maupun C tetapi hanya menilai layak atau tidaknya suatu jurusan atau institusi, “ lanjutnya. 

Menurut keterangan dari Prof. Dr. Drh. Srihadi A, sejak BAN-PT dibentuk maka seluruh Universitas wajib diakreditasi, sebab akan memiliki korelasi dengan penerimaan pegawai negeri kedepannya. “Begitu pula dengan Kedokteran Hewan sudah diakreditas dengan menggunakan borang  umum  yang berlaku sama pada semua jurusan, tetapi setelah  tahun 2013 dilakukan akreditasi dengan menggunakan borang khusus untuk kedokteran hewan yang isinya berisi akreditasi rumah sakit hewan, program koasisten,  praktikum dan juga studi lapang, penilaian tersebut tidak terdapat di borang lama, “ jelas Prof. Dr. Drh. Srihadi Agungpriyono.

Namun terdapat berbagai kekurangan yang harus diperbaiki di Fakultas Kedokteran Hewan ini seperti jumlah dosen yang kurang memadai dalam kegiatan belajar mengajar dan tenaga laboran yang masih minim. “Kendala tersebut memang menjadi sebuah kendala bagi setiap Perguruan Tinggi Negeri, hingga saat ini pemerintah tidak penerima pembukaan pegawai negeri sipil (PNS) untuk pegawai dan staff,” terang Prof. Dr. Drh. Srihadi Agungpriyono. “tetapi, dari pihak Dekanat FKH sendiri akan berusaha untuk memperbaiki kendala tersebut. Salah satu yang dilakukan ialah memberikan pelayanan semaksimal, “ lanjutnya.

“Terdapat beberapa hal yang akan dilakukan pihak Dekanat FKH sendiri untuk menuju gaung internasional seperti mengadakan les bahasa Inggris gratis kepada seluruh staff administrasi maupun dosen, namun hal ini tidak akan bersinergis apabila hanya satu pihak saja yang belajar membiasakan menggunakan bahasa asing, maka diperlukan dukungan dari mahasiswa juga dari Institusi,” tukas Prof. Dr. Drh. Srihadi Agungpriyono. “Akan lebih baik implementasi dalam menggunakan bahasa Inggris ini tidak hanya per-region fakultas saja, melainkan keseluruhan IPB, baik dalam kegiatan belajar mengajar seperti penggunaan bahasa Inggris dalam bahan atau materi kuliah, penggunaan bahasa inggris dalam mengerjakan laporan,proposal praktikum lapangan dan juga dalam skripsi,” tutup Prof. Dr. Drh. Srihadi Agungpriyono.

Siva Fauziah Ganda Sari

Editor : Shalsa Nurhasanah

About Sifa Fauziha Ganda Sari

Sifa Fauziha Ganda Sari
BUDIDAYA PERAIRAN, FPIK REPORTER 11

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*