Event Update

Ingin Tahu Pendapat Mahasiswa, PKL Kantin Stevia Bagikan Kuesioner

Akibat Faperta menghentikan aktivitas PKL di halaman Kantin Stevia, mulai Senin (19/12) para PKL di halaman Stevia membagikan kuisioner kepada pembeli.  Kuisioner tersebut berisi pendapat mengenai keberadaan mereka di halaman Stevia.

“Ini bukan merupakan bentuk perlawanan, kami hanya ingin tahu pendapat adik-adik (mahasiswa) mengenai keberadaan kami di sini,” ujar Malik, salah satu pedagang saat ditanya alasan diedarkannya kuesioner itu.

kuisioner-pkl-kantin-stevia

Kuisioner PKL Kantin Stevia (Foto oleh: Titis R, KI 2016)

Pengisian kuisioner terpusat di lapak Hendra, penjual telur gulung. Mahasiswa yang membeli telur gulung diminta untuk mengisi kuesioner itu sambil menunggu telur gulung yang dipesan jadi.

“Katanya ada isu lingkungan kumuh dan menggangu akses jalan. Jadi, kami menyebarkan kuisioner untuk mengetahui pendapat mahasiswa apakah isu itu memang benar,” tambah Malik.

Dari 200 kuesioner yang telah direkap, hasilnya 100% tidak setuju apabila kegiatan PKL di Stevia dihentikan dan hampir semua setuju apabila PKL di relokasi. Selain dua hal itu, pertanyaan pertanyaan yang ada di dalam kuesioner itu juga berupa pendapat mahasiswa mengenai kesan “kumuh” di halaman Stevia, terganggu tidaknya dengan aktivitas jual-beli di situ, dan keuntungan adanya PKL yang berjualan di halaman Stevia.

“Untuk hasil lengkap dari semua pertanyaannya, belum saya rekap utuh. Namun, dilihat sekilas, tampaknya responnya positif,” ujar Malik.

Senada dengan hasil itu, beberapa mahasiswa juga berkomentar tentang kegiatan PKL di halaman Stevia. “Saya tidak setuju, saya sering beli jajanan di situ. Lagipula, aktivitas penjualan tidak menggangu, jalannya juga masih lebar,” ujar Arifin, salah satu mahasiswa PPKU.
 

Alferdian Achmad

Korpus Institute 2016
Editor : Ratna PH

About Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus
Lembaga Pers Mahasiswa Institut Pertanian Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*