IPB University 19 Hari Pasca Partially Closed Down

Kebijakan pembatasan masuk kampus yang dikeluarkan pada 16 Maret 2020 tidak menghentikan kegiatan kampus sepenuhnya. Melalui laman covid19care.ipb.ac.id, pihak kampus mengeluarkan berbagai kebijakan dalam menghadapi penyebaran COVID19, seperti protokol kesehatan dan kewaspadaan seluruh civitas akademika IPB University. Hal ini juga diperuntukkan bagi mahasiswa yang tidak pulang ke kampong halamannya dan masih menetap di sekitar kampus.

Wakil Ketua Tim Crisis Center IPB, Prof. Iskandar Zulkarnaen Siregar mengatakan masih ada sejumlah mahasiswa yang beraktivitas di dalam kampus. “Alasannya ada yang merasa lebih aman di kampus, keterbatasan biaya pulang, dan lain-lain. Per 4 April 2020 ada sekitar tujuh puluh mahasiswa yang tinggal di dalam kampus,” jelasnya. Kegiatan yang sampai saat ini tetap rutin dijalankan di antaranya pengamanan kampus, kebersihan, dan layanan klinik IPB yang tidak dapat dilakukan secara online, serta kegiatan terbatas (dengan izin), terutama pengamatan riset mahasiswa yang tidak dapat ditunda.

Dampak pembatasan masuk kampus ini dirasakan oleh Prabu Mubarok, salah satu mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedoteran Hewan IPB. Menurutnya, pembatasan ini awalnya menuai sedikit hambatan mulai dari bimbingan dosen dan kuliah online, namun lambat laun mulai terbiasa untuk konsultasi via daring terkait skripsi. Hambatan yang dirasakan sampai sekarang yaitu biaya yang dikeluarkan untuk kuota internet. “Kuota internet pengeluarannya cukup berat, yang sebelumnya dipakai sedikit, sekarang harus digunakan untuk kuliah online. Mungkin mohon bantuannya dari pihak IPB,” ujar Prabu.

Tidak hanya itu, pembatasan ini juga berdampak pada lingkungan sekitar kampus. Prakoso Muslim, salah satu mahasiswa koas yang masih aktif beraktifitas di kampus mengatakan ada beberapa tempat yang kurang diperhatikan kebersihannya. “Beberapa kali saat saya berkeliling IPB mendapati wilayah yang kurang bersih,” ungkapnya.

Menanggapi segala hambatan yang dirasakan mahasiswa, Prof. Iskandar Zulkarnaen mengatakan ia dan timnya terus bekerja untuk mencari solusinya. “Semoga kita semua sehat selalu, wabah segera berakhir agar kegiatan kampus dimulai kembali. Jangan lupa untuk terus waspada dengan mengikuti protokol kewaspadaan yang telah diterbitkan dan berupaya melakukan sosialisasi ke masyarakat luas misalnya social dan physical distancing, menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan,” pesannya.

Fotografer: Nenis Rahma Wulandari
Editor: Yuniar Galuh Nur Fatiha

Avatar

Nenis Rahma Wulandari

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.