Event Update

Kesejahteraan Petugas Kebersihan Masih Saja Minim

Peran petugas kebersihan memang kerap kali tidak terlihat. Tahu-tahu, koridor sudah selesai dipel atau bekas lumpur sehabis hujan berganti lantai berkilat. Surni (57) dan Yati (30) hanyalah beberapa orang yang berjasa dalam menjaga kebersihan lingkungan Fakultas Pertanian IPB. Pekerjaan yang sudah digeluti sejak 11 tahun yang lalu ini memang bukanlah pilihannya. Jika ada pilihan, Ibu-ibu ini sepakat lebih baik tinggal di rumah.
“Kalau boleh milih mah Ibu mending di rumah, Neng, ngurus cucu”, aku Surni. Jika dibandingkan yang lain, Surni memang termasuk senior. Jam 06.30 pagi, Surni dan 8 orang rekan-rekannya sudah berada di lingkungan Faperta untuk menyapu dan mengepel. Hal ini terus berlanjut sampai pukul 11.00, apalagi  jika hari itu becek sehabis hujan.
“Orang-orang kadang lewat-lewat aja, Neng. Gak punten, gak tahu kali ya ibu-ibu udah ngepel berkali-kali dari pagi”, tutur Yati (30) mengungkapkan kejengkelannya terhadap mahasiswa yang jalan begitu saja di lantai yang belum kering dipel. Tugas menyapu dan mengepel lantai juga halaman berlangsung hingga pukul 16.00 WIB. Setiap orang sudah mendapat bagian masing-masing.
Seolah belum cukup, pekerjaan berat ini juga kadang tidak dihargai pihak TU Faperta. “Disini mau minta naik gaji susah, Neng. Padahal gaji Rp 250.000,- sebulan mah bisa buat beli apa ya sekarang?” tanya Yati retoris. Surni dan rekan-rekannya mengakui, selama 11 tahun menjadi petugas kebersihan, permohonan kenaikan gaji sering hanya menjadi angin lalu.
Berbeda dengan petugas kebersihan dari FMIPA, Rosmi (49) dan Nengsih (53) mengaku sudah puas  dengan pekerjaannya sekarang. Meskipun tak urung masih banyak mahasiswa yang kurang menghargai kerja keras mereka.
Udah alhamdulillah kalau dibanding yang lain mah. Gaji sebulan Rp 750.000,-. Kalau anak sakit juga bisa berobat gratis di Poliklinik ”, tutur Rosmi. Petugas kebersihan sebanyak enam orang dikerahkan setiap hari untuk menyapu dan mengepel lantai setiap hari ditambah dua orang untuk membersihkan toilet.
Kesejahteraan petugas kebersihan memang kadang kurang diperhatikan, Yati berkata bahwa alat-alat kebersihan yang disediakan masih sangat kurang sementara mereka dituntut untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan fakultas. “Mau pinjam uang buat biaya berobat anak sakit aja susah, kayak ada yang ‘nyekekin’ uangnya, Neng kalau di Faperta mah”, tutup Yati.
Mariana Agustin

About Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus
Lembaga Pers Mahasiswa Institut Pertanian Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*