Minimnya Info KRS Alih Tahun KKN-Tematik, Mahasiswa Keluhkan Kendala

Pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) Alih Tahun KKN-Tematik dilaksanakan pada tanggal 15-17 Maret 2021 melalui laman krs.simak.ipb.ac.id. Walaupun informasi tersebut telah dipublikasikan pada tanggal 3 Maret lalu melalui aplikasi IPB Mobile, nyatanya masih banyak mahasiswa mengeluhkan tentang kendala-kendala saat mengisi KRS. Mulai dari kendala ringan hingga kendala berat. Kebanyakan mahasiswa mengeluhkan tentang prosedur pelaporan kendala yang dirasa kurang jelas dan kurang efektif.

“Mahasiswa yang terkendala dalam pengisian KRS dapat menghubungi Help Center dengan melampirkan screenshoot atau menyampaikan ke WAG KRSeru. Biasanya untuk KRS KKN-T jarang terjadi kendala. Walaupun tadi pagi ada kendala terkait sistem, tetapi sudah bisa terselesaikan,” jelas Ibu Ratni selaku pengurus pengisian KRS, Senin (15/3).

Menurut Ibu Ratni, kendala-kendala yang dialami oleh mahasiswa telah teratasi dengan prosedur yang diterapkan melalui Help Center dan WAG KRSeru. Mahasiswa dapat mengakses dan mengisi KRS mulai hari Senin, 15 Maret pukul 09.00 WIB dan akan ditutup pada hari Rabu, 17 Maret pukul 23.55 WIB.

Selain kendala tersebut, juga terdapat kesalahpahaman pada tampilan data mahasiswa di laman krs.simak.ipb.ac.id, yaitu pada penulisan jumlah semester. Seharusnya tertulis semester 6, tetapi pada data yang ditampilkan justru tertulis semester 9. Menanggapi hal ini, Ibu Ratni meluruskan bahwa penulisan semester 9 tersebut merupakan perhitungan alih semester genap-ganjil 2021/2022 dan tidak perlu dipermasalahkan.

Kemudian juga terdapat kendala tentang tampilan jumlah SKS KKN-T yang tertulis 0 SKS, padahal seharusnya tertulis 4 SKS. ”Kendala semacam ini diperlukan data NIM mahasiswa yang akan digunakan untuk men-trace, sehingga hal tersebut dapat diselesaikan oleh pihak pengurus KRS,” ujar Ibu Ratni.

Dalam persyaratan pengisian KRS KKN-T, mahasiswa harus sudah menyelesaikan setidaknya 105 SKS. Banyak mahasiswa yang masih belum mengerti tentang persyaratan ini. Karena ada beberapa departemen yang baru lulus di bawah 105 SKS, dan baru akan terpenuhi setelah semester 6 terselesaikan.

Ibu Ratni menjelaskan, “KKN-T ini akan dilaksanakan pada alih semester genap ganjil, bukan sekarang pelaksanaannya. Pada saat pelaksanaan KKN-T, diharapkan KRS sudah terpenuhi. Ke depannya juga akan ada evaluasi dari LPPM sebagai koordinator KKN-T,” ujar beliau.

Sumber gambar: krs.simak.ipb.ac.id
Reporter: Agung Nugroho
Editor: Ikfanny Alfi Muhibbah Shalihah

Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor