HopeHelps IPB: Garda Terdepan Melawan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus

Beberapa pekan yang lalu, pemberitaan mengenai pelecehan seksual di kalangan mahasiswa ramai diperbincangkan kembali. Hal ini bermula karena adanya cuitan yang beredar di sosial media X dari akun @ipb_menfess mengenai kekerasan seksual dan meminta pertanggung jawaban pelaku tanpa menyebutkan identitas yang jelas. Cuitan tersebut menuai banyak respon, sehingga menimbulkan respon negatif yang kurang diinginkan terutama oleh para korbannya. Informasi ini tidak hanya satu dua kali terjadi sehingga menimbulkan tanda tanya besar bagi mahasiswa atas ketanggapan pihak kampus menangani kasus kekerasan seksual di sekitar kampus.

Perilaku yang dilakukan oleh pihak ketiga seringkali mendorong pemikiran negatif alih-alih membuat solusi. Di sini HopeHelps IPB hadir sebagai pengada layanan tanggap dan pencegahan kekerasan seksual di Kampus IPB. “HopeHelps IPB dirancang untuk memberikan kemudahan bagi korban dalam melaporkan kasus kekerasan seksual melalui hotline yang tersedia 24 jam, dengan catatan adanya persetujuan dari korban” ungkap Khofifaf selaku staf HopeHelps IPB. Meskipun pelaporan dilakukan secara online, bantuan atau pendampingan yang diberikan oleh HopeHelps IPB dapat dilakukan secara online maupun offline sesuai kebutuhan dan preferensi korban.

Menurut penuturan Khofifah, HopeHelps IPB diresmikan pada tahun 2021 atas inisiasi sejumlah mahasiswa dari angkatan 55 dan 56 di IPB University yang memiliki misi jelas dalam memberantas aksi kekerasan seksual di lingkungan kampus. Upaya nyata yang dilakukan HopeHelps IPB dalam mewujudkan misi tersebut adalah adanya penyediaan ruang aman bagi civitas akademika IPB dengan memberikan dukungan serta bantuan kepada korban kekerasan seksual. Korban yang melapor akan dijaga ketat kerahasiaan datanya oleh tim advokasi bagian pendampingan sehingga korban dapat merasa aman saat melaporkan kasus kekerasan seksual yang mereka alami. Kemudian tim advokasi bagian pendampingan di HopeHelps IPB akan memberikan pilihan bantuan berupa pendampingan psikologis, pendampingan hukum, dan bantuan lainnya sesuai dengan kebutuhan korban.

HopeHelps IPB telah berhasil melaksanakan perannya dalam meningkatkan kesadaran civitas akademika IPB terhadap kasus kekerasan seksual baik di dalam maupun di luar kampus. Selanjutnya HopeHelps IPB berencana untuk tetap mengedepankan kebutuhan korban serta menyebarkan informasi edukasi dengan lebih masif baik secara online maupun offline sehingga HopeHelps IPB berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam memberantas aksi kekerasan seksual di lingkungan kampus IPB dengan memberikan harapan dan bantuan bagi korban, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya masalah kekerasan seksual.

Sebuah lembaga yang bernama HopeHelps IPB telah diresmikan, memberikan harapan dan bantuan bagi korban kekerasan seksual di lingkungan Kampus IPB. Diresmikan pada tahun 2021, HopeHelps IPB adalah organisasi yang diinisiasi oleh sejumlah mahasiswa dari angkatan 56 dan 55 IPB dengan tujuan utama untuk memberantas aksi kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. 

Alur pelaporan dalam HopeHelps IPB telah dirancang untuk memberikan kemudahan bagi korban untuk melaporkan kasus kekerasan seksual. Pelaporan dapat dilakukan melalui hotline yang tersedia 24 jam, dengan catatan bahwa sudah ada persetujuan dari korban. Laporan yang diterima akan ditangani oleh tim advokasi bagian pendampingan, yang kemudian memberikan pilihan bantuan seperti pendampingan psikologis, pendampingan hukum, dan bantuan lainnya sesuai dengan kebutuhan korban.

Walaupun pelaporan dilakukan secara online, bentuk bantuan atau pendampingan yang diberikan dapat dilakukan baik secara online maupun offline, sesuai dengan kebutuhan dan preferensi korban. Penting untuk dicatat bahwa kerahasiaan data pelapor dijaga dengan ketat oleh tim advokasi bagian pendampingan, sehingga korban dapat merasa aman saat melaporkan kasus kekerasan seksual yang mereka alami.

Sebagai lembaga yang diinisiasi oleh mahasiswa IPB, HopeHelps IPB memiliki misi yang jelas dalam memberantas aksi kekerasan seksual di lingkungan kampus. Melalui upaya nyata mereka, mereka berusaha untuk menyediakan ruang aman bagi civitas akademika IPB untuk melaporkan kasus kekerasan seksual dan memberikan dukungan serta bantuan kepada korban.

Sejauh ini, HopeHelps IPB telah berhasil meningkatkan kesadaran civitas akademika IPB terhadap kasus kekerasan seksual baik di dalam maupun di luar kampus. Masyarakat umum juga dapat berkontribusi dengan membagikan konten edukasi HopeHelps IPB yang terdapat di media sosial mereka, sehingga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kasus kekerasan seksual.

Untuk meningkatkan dampak positifnya ke depan, HopeHelps IPB merencanakan untuk tetap mengedepankan kebutuhan korban dan terus menyebarkan informasi edukasi dengan lebih masif baik secara online maupun offline. Evaluasi terhadap keberhasilan dan efektivitas program-program mereka dilakukan melalui rapat-rapat yang dilakukan secara berkala, dimana terdapat checkpoint untuk mengevaluasi program-program yang telah berjalan, sedang berjalan, atau belum berjalan dengan baik. Dari evaluasi ini, dapat ditentukan langkah terbaik untuk ke depannya.

Dengan demikian, HopeHelps IPB terus berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam memberantas aksi kekerasan seksual di lingkungan kampus IPB, memberikan harapan dan bantuan bagi korban, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya masalah ini. Semoga dengan adanya upaya ini, kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus dapat diminimalisir, dan korban dapat mendapatkan perlindungan serta bantuan yang mereka butuhkan.

 

***

Reporter: Hilma Rahmi Fauziah, Sisca Elfiyani, Fatayah Fahma Diena, Citra Dwi Damayanti

Ilustrator: Nabila Zahra

Editor: Rafly Muzakki

Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.