Event Update

Kendeng Kembali Jadi Sorotan, Fema Selenggarakan Kajian Peduli Kendeng

Berdasarkan keputusan Mahkamah Agung (MA) pada tanggal 5 Oktober 2016 lalu, petani Kendeng menang lawan PT Semen Indonesia atas kasus pendirian pabrik semen di Pegunungan Kendeng. Namun kemenangan ini nyatanya tidak menghentikan rencana pembangunan pabrik semen tersebut.  Menanggapi hal tersebut, Departemen Kajian Strategis dan Advokasi BEM Fema mengadakan Kajian Asik Fema (07/01) di Sekretariat BEM Fema. Kajian ini dihadiri oleh perwakilan dari Sajogyo Institute, beberapa perwakilan Organisasi Mahasiswa Daerah (Omda) Pati dan Rembang, serta Menteri Kebijakan Agrikompleks BEM KM IPB, M Yahya Syifauddin.

Pegunungan Kendeng sendiri merupakan kawasan pegunungan kars yang dikelilingi beberapa Kabupaten, yaitu Pati, Kudus, Rembang, Blora, dan Grobogan hingga Tuban, Jawa Timur. Mengingat bahwa Institut Pertanian Bogor merupakan kampus pertanian, kesadaran untuk terlibat dalam kasus agraria seperti kasus kendeng ini. Tidak hanya itu, pengangkatan tema tentang kasus pendirian pabrik semen di Kendeng juga membahas mengenai sumber air dan ekologi di daerah tersebut.

Kemenangan petani Kendeng ini nyatanya tidak menghentikan rencana pendirian pabrik semen di Kendeng. Hal ini disebabkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerbitkan izin baru untuk penambangan batu kapur oleh PT Semen Indonesia di Rembang sesuai Surat Keputusan (SK) No.660. 1/2016. Hal ini menyebabkan kasus yang dulu tenang kini kembali menjadi sorotan.

Menanggapi SK Gubernur Jawa Tengah tersebut, petani Kendeng melakukan long march dari Pati ke Semarang. Mereka melakukan demo di depan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang untuk menyuarakan penolakan terhadap pendirian pabrik semen ini (05/12). Demo juga diikuti oleh ratusan mahasiswa dari Perguruan Tinggi di Semarang. Warga terus mengawal keputusan MA dengan memberikan tenggat waktu kepada Ganjar Pranowo dan PT Semen Indonesia hingga tanggal 17 Januari 2016 sesuai putusan.

Selain kepedulian terhadap para petani Kendeng, kajian pada hari itu diharapkan menjadi peningkatan moral dan material mahasiswa IPB atas Kasus Agraria.

“Kasus Rembang ini tidak bisa dikatakan isu lokal, tapi isu nasional bahkan bisa juga isu Jawa. Terdapat 57 izin pabrik di Jawa tentang tambang ini. Kendeng adalah ibu bumi,” jelas Ma’shum, salah satu perwakilan dari Sajogyo Institut.

Kajian Asik Fema ini ditutup dengan pembuatan banner sebagai bentuk kepedulian IPB terhadap petani Kendeng. Selain itu juga sebagai ungkapan bahwa mematuhi keputusan MA yang memenangkan petani Kendeng dalam kasus ini sudah selayaknya dilakukan oleh beberapa pihak yang bersangkutan.

 

Efi Susiyanti

Ed : Ratna PH

About Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus
Lembaga Pers Mahasiswa Institut Pertanian Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*