Kos Syariah untuk Mahasiswa Eksyar

            Ide dari beberapa Dosen FEM perihal pengadaan tempat kos bersama untuk mahasiswa Ilmu Ekonomi Syariah IPB menuai beragam pendapat. “Diusahakan kos ini untuk angkatan 47 dan 48 jika mungkin,” ujar Ketua Prodi Ekonomi Syariah IPB Irfan Syauqi Beik, Ph.D, saat ditemui di RK V 3.01 IPB (21/2). Beliau menganggap perlunya pembinaan yang lebih intensif pada mahasiswanya. “Selain pada perkuliahan, mahasiswa Ekonomi Syariah (Eksyar) juga perlu mendapat pembinaan di kehidupan sehari-hari, di antaranya bimbingan untuk menghafal ayat-ayat Al Quran. Kos bersama ini juga dapat mempererat ukhuwah,” jelasnya.
Rencana ini disambut baik oleh Komti Eksyar 47 Qiyamuddin Rabbani, “Itu program yang bagus karena Ilmu Ekonomi Syariah rasanya kurang meresap kalau ilmu-ilmu pendukungnya tidak ikut dipelajari secara mendalam.” Ia merasa perlunya pendalaman ilmu-ilmu itu secara rutin dan berkelanjutan.
Lain halnya dengan mahasiswi Eksyar 47 Zikra Donald, “Awalnya saya kira itu hanya untuk basecamp. Kalau misalkan dijadikan kos anak Eksyar, sepertinya tidak  mungkin. Dari saya pribadi saja, saya sudah menemukan tempat kos yang nyaman. Jadi, kalau harus pindah, ya mikir-mikir dulu.”
Anggapan lain diungkapkan Wakil Dekan FEM Muhammad Firdaus, Ph.D, saat ditemui di Dekanat FEM (24/2), “Mahasiswa Ekonomi Syariah memang seharusnya kosnya juga syariah. Mereka dapat menjadi role model bagi mahasiswa lain.”
Nana Rodiana
Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.