Event Update

Kunci Muhammad Murtadha Ramadhan Meraih Gelar Mawapres IPB 2017

Perasaan senang dan syukur tercurahkan usai menerima penghargaan sebagai mahasiswa berprestasi (Mawapres) IPB tahun 2017. Ado, begitulah sapaan mahasiswa yang memiliki nama lengkap Muhammad Murtadha Ramadhan. Menurut Ado, seleksi ini merupakan ajang yang banyak memiliki nilai positif, selain itu ia juga ingin memperluas pengetahuan serta jejaring sosial antar calon mahasiswa berprestasi  di setiap fakultas IPB. Ia merasa dapat berinteraksi dengan para calon mawapres tersebut seperti berbagi (sharing) informasi, diskusi, serta canda dan tawa.

Ado Saat Mendapat Penghargaan Mawapres 2017 (Foto : Dokumen Pribadi)

Ado Saat Mendapat Penghargaan Mawapres 2017 (Foto : Dokumen Pribadi)

Karya tulis ilmiah yang diusung oleh mahasiswa kelahiran Jakarta pada tanggal 29 januari 1996 silam ini adalah mengenai kepedulian anak-anak terhadap lingkungan menggunakan “Rancangan Aplikasi Ensiklopedia Lingkungan Mobile” dengan teknologi augemented reality seperti pada permainan “Pokemon Go”. Rancangan ini didasari oleh masih rendahnya kepedulian masyarakat Indonesia terkait lingkungan dengan ciri khas Indonesia berupa biodiversitas flora.

Ado mengisi kesehariannya tidak hanya dengan belajar untuk perkuliahan, namun ia juga memiliki beberapa kegiatan non-akademik. Kegiatan tersebut seperti mengikuti UKM IPB Debating Community (IDC) dan menjadi tentor bahasa Inggris di salah-satu lembaga bimbingang di sekitar kampus. Penguasaan bahasa mahasiswa ini tidak hanya pada bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, namun ia juga cukup mampu berbahasa Arab. Mahasiswa ini juga suka membaca buku, mendengarkan musik, menonton film, dan ia juga masih dapat menyempatkan untuk bermain game yang ia gemari. Namun, ia tetap tidak mengenyampingkan akademik. Hal ini terbukti dengan nilai akademik Ado yang baik dan menjadi salah-satu syarat dalam seleksi mawapres ini.

“Poin yang paling penting dalam belajar adalah manajemen waktu,” ucap Ado.

Ia menjelaskan bahwa seluruh kegiatan perlu diatur dengan menggunakan skala prioritas. Hal ini diterapkan agar dapat membantu merapihkan jadwal dan dapat mengeksekusi dengan tepat sesuai waktunya. Sebagai seorang mawapres, Ado juga pernah merasa bosan dalam belajar namun ia mengatasinya dengan melakukan hobi yang ia sukai ataupun istirahaat sejenak.

“Mengembangkan sense of curiousity kita agar kita selalu haus akan ilmu dan konsisten mengembangkan diri kita untuk menjadi lebih baik,” tutup Ado.

 

Digna Orwiantari

Ed : Ratna PH

About Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus
Lembaga Pers Mahasiswa Institut Pertanian Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*