Mahasiswa IPB Asal Kediri Gagal Kembali ke Kampung Halaman

Pada Rabu (18/3), sejumlah mahasiswa IPB asal Kediri gagal kembali ke kampung halaman. Pasalnya, Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar memberi himbauan langsung kepada mahasiswa agar kembali ke kampus asal, Institut Pertanian Bogor. Pesan ini disampaikan melalui skype kepada M. Fachrur selaku ketua organisasi mahasiswa asal Kediri. Kebijakan ini didasari oleh pertimbangan lokasi IPB yang disebut dekat dengan wilayah pandemi COVID-19.

Mahasiswa yang terdiri dari 62 orang dalam dua bus ini harus menghentikan perjalanan ketika sampai di Gerbang Tol Cikampek. Akan tetapi, 12 mahasiswa IPB yang lain dapat melanjutkan perjalanan dan masuk ke wilayah Kediri. Hal ini dikarenakan sejumlah mahasiswa tersebut berada dalam bus yang tidak hanya diisi oleh orang Kediri saja. Bus ini juga diisi oleh 8 mahasiswa asal Madiun dan sisanya warga biasa. Meski demikian, mereka nantinya harus menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan sesuai prosedur.

Keputusan walikota ini didukung dengan pengembalian uang tiket yang sebelumnya dibeli mahasiswa untuk kembali ke Kediri sebesar Rp16.430.000,00. Sejumlah mahasiswa tersebut disarankan untuk menjalani masa karantina mandiri di Bogor terlebih dahulu sebelum benar-benar aman untuk kembali ke Kediri. Kendati demikian, para mahasiswa tidak menentang kebijakan ini.

“Mahasiswa alhamdulillah semuanya menerima dengan lapang dada. Untuk keadaan kami, belum ada yang di-suspect,” ujar M. Fachrur.

Ilustrator: Errizqi Dwi Cahyo
Editor: Yuniar Galuh Nur Fatiha

Nenis Rahma Wulandari

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.