Event Update

Olimpiade Perdana, Gemparkan Penghuni Asrama

‘Olimpiade Asrama’ sukses menggemparkan mahasiswa mahasiswi Tingkat Persiapan Bersama (TPB) IPB. Acara ini merupakan salah satu kegiatan yang terangkum dalam Program Pembinaan Akademik dan Multi Budaya (PPAMB) sepenuhnya dimaksudkan untuk menggalang kebersamaan insan asrama dibidang olahraga.
“Olimpiade Asrama ini pertama kalinya diadakan, Alhamdulillah sukses dan mampu membuat adik-adik TPB semakin solid dengan teman-teman se-asramanya”. Ujar salah satu panitia, Neneng Nurul S IKK’45.
Terdapat tujuh cabang olahraga yang dilombakan, antara lain basket, sepak bola, futsal, badminton, tenis meja dan atletik yang meliputi sprin dan estafet. Olimpiade Asrama ini dibuka pada tanggal 18 Februari 2012 di lapangan sepak bola belakang Gymnasium. Pembukaan ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa-mahasiswi TPB serta Penanggung Jawab (PJ) kontingen, dan dibuka oleh Bapak Dr. Eko Sri Wiyono sebagai wakil direktur TPB. Pertandingan berlangsung pada tanggal 18-21 Februari, dan final akan dilaksanakan pada tanggal 25, serta penutupan akan dilaksanakan pada tanggal 26 Februari sekaligus pengumuman pemenang.
“olimpiade Asrama ini merupakan ajang untuk menyalurkan bakat dibidang olahraga. Sehingga di asrama itu tidak hanya identik dengan Sosial Gathering (Soga) dan Ngaji Lorong (Ngalong) melulu”. Ungkap Teh Dian KPM’45 SR asrama A4.
Olimpiade Asrama baru diadakan tahun ini,karena pada tahun-tahun yang lalu sudah ada banyak rangkaian acara olahraga seperti OMI dan TPB CUP. Olimpiade Asrama berhasil diselenggarakan tahun ini berkat semangat dari para Senior Resident (SR) asrama putra maupun putri dan panitia dari angkatan 48 serta partisipasi seluruh insan asrama.
“meskipun baru, dengan melihat semangat panitia yang luar biasa untuk meng-akrabkan seluruh mahasiswa-mahasiswi TPB, olimpiade asrama ini bagus juga kalau diselenggarakan setiap tahun”. Kata salah satu SR asrama A3, Teh Tiska GFM’45.
Terdapat beberapa kekurangan pada pelaksanaan olimpiade asrama ini yaitu kesalahfahaman jadwal, dan kurangnya informasi tentang jadwal pertandingan, serta  rancaunya pengaturan jadwal, sehingga menyebabkan peserta lomba yang sama bemain tiga kali dalam sehari. Hal ini mengakibatkan stamina peserta tidak lagi fit.
“saya sangat mengapresiasi kepada panitia, untuk penyelenggaraan perdana cukup lancar, meskipun terjadi kesalahan pihak panitia saat penghitungan skor pertandingan basket, namun secara keseluruhan cukup baik”. Ujar Annisa Puspadini Subagyo PTN’48.
Anik Wiati

About Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus
Lembaga Pers Mahasiswa Institut Pertanian Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*