OMI 2020: Ko Asisten FKH Tidak Dicantumkan dalam Persyaratan Umum Kontingen

Olahraga Mahasiswa IPB atau biasa dikenal dengan OMI merupakan ajang olahraga tahunan yang diadakan oleh Kementerian Apresiasi dan Olahraga BEM KM IPB. OMI 2020 akan dilaksanakan pada 22 Maret—19 April 2020. Di samping antusiasme mahasiswa dengan diadakannya ajang ini, terdapat perbedaan dari tahun sebelumnya terkait persyaratan yang telah dikeluarkan oleh pihak OMI 2020.

Persayaratan OMI tersebut tertuang dalam Buku Panduan OMI Tahun 2020 pada Bab V mengenai Tata Cara Pelaksanaan OMI Tahun 2020 yang berisi “Kontingen adalah mahasiswa aktif pada Program S1 dan Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM bermasalah WAJIB menyertekan surat keterangan yang menyatakan mahasiswa aktif dari departemen atau fakultass bersangkutan) Institut Pertanian Bogor dan berlaku juga bagi mahasiswa yang belum menerima SKL (Surat Keterangan Lulus) terhitung sejak proses verifikasi OMI 2020”.

Persyaratan tersebut cukup menarik perhatian, khususnya bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan. Hal ini dikarenakan pada OMI tahun lalu, kontingen OMI juga termasuk mahasiswa Ko Asisten FKH IPB. Informasi ini sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Bahkan, terdapat kesalahpahaman dari beberapa belah pihak yang membuat kabar ini semakin panas.

M. Kholid Ridwan, Kepala Departemen Olahraga FKH menjelaskan, “Menurut kami, dari perubahan tersebut banyak yang bisa ditoleransi karena ruang lingkup perubahan peraturan tersebut mencakup seluruh kontingen, termasuk FKH. Tapi ada satu peraturan yang menurut saya ditujukan khusus untuk FKH, yaitu untuk peserta hanya program vokasi dan sarjana. Karena salah satu kontingen memiliki standar kompetensi yang berbeda. FKH memiliki program PDH untuk gelar doktor sedangkan itu merupakan hal yang sudah wajar bagi jurusan kedokteran”.

Dari pihak BEM FKH sendiri sudah membahas persoalan ini, baik dengan pihak panitia maupun pihak Apro BEM KM. Hasil perundingan tersebut mengharuskan pihak FKH memberikan surat legal standing yang isinya membuktikan bahwa koas FKH merupakan program satu paket dari FKH untuk memperoleh gelar DRH dan koas masih bagian dari mahasiswa aktif yang dinaungi oleh fakultas dan BEM FKH.

Ke depannya, Kholid menjelaskan bahwa pihak FKH akan berusaha memilih jalan terbaik dengan surat legal standing dari BEM FKH serta lampiran Surat Keputusan Rektor IPB Dan Keputusan Senat Akademik FKH IPB. Bukti tersebut diharapkan menjadi komitmen dari pihak panitia dan BEM KM supaya tidak ada yang mengganggu jalannya pertandingan FKH terkait persyaratan OMI 2020. Dia juga menegaskan “Untuk perundingan sendiri, sampai saat ini saya rasa sudah cukup. Tinggal menunggu waktu saja untuk surat legal standing,” tutupnya.

Ilustrasi: Errizqi Dwi Cahyo
Editor: Yuniar Galuh NF

Putri Arum Puspitasari

Putri Arum Puspitasari

Mahasiswa Teknik Sipil dan Lingkungan angkatan 55 di IPB University

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.