OMI dan IAC Tak Kehilangan Eksistensi di Tengah Pandemi

Menyongsong tema “Keep Spirit and Build Your Team Work”, OMI 2021 menjadi ajang e-Sport terbesar pertama yang ada di IPB. Opening OMI e-Sport 2021 disiarkan di kanal YouTube BEM KM IPB, Jumat (5/03). Meskipun gelaran e-Sport merupakan hal yang baru, KM IPB menunjukkan antusiasme yang cukup positif, terbukti dari viewers yang menembus angka 10.000 dalam kurun waktu satu minggu. Peserta yang berpartisipasi dalam ajang OMI ini kurang lebih 392 peserta dari 12 fakultas.

Olimpiade Mahasiswa IPB atau lebih dikenal sebagai OMI ini bertujuan memberikan kesempatan kepada KM IPB untuk menunjukkan minat dan bakatnya dalam bidang olahraga. Tahun ini, OMI hadir dengan nuansa yang berbeda, tidak hanya karena dilakukan secara daring, tetapi cabang olahraga yang diperlombakan juga berbeda dengan tahun sebelumnya. PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) dan Mobil Legends merupakan cabang olahraga yang dipertandingkan.

Kendala panitia dalam mempersipakan OMI 2021 yaitu SDM yang minim, device dan jaringan untuk live streaming, serta waktu yang harus disesuaikan dengan kalender akademik IPB dan jadwal program kerja lainnya. Ketua Pelaksana OMI 2021, Agung Oganda Putra, mengatakan bahwa semangat panitia sangat tinggi. Komunikasi para panitia pun mudah karena berada di satu lokasi.

“Harapan untuk OMI 2022 semoga semakin baik dan dapat belajar dari kekurangan tahun ini, seperti menambah perlombaan jika masih online dan menampilkan live streaming yang lebih baik agar kita dapat mengadakan event ini lagi dengan skala yg lebih besar,” harapan Agung untuk OMI tahun depan.

Selain OMI, terdapat juga IPB Art Contest atau dikenal sebagai IAC merupakan kompetisi seni terbesar yang ada di IPB. IAC 2021 hadir dengan membawa warna yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini terdapat 14 cabang lomba yang diperlombakan, seperti baca puisi, seni tari, solo vokal, vokal group, fotografi, dan lain-lain. Adapun peserta dari IAC ini berasal dari 12 fakultas yang ada di IPB.

Sabtu (20/03), Grand Opening IAC dilakukan secara hybrid dan disiarkan di kanal YouTube BEM KM IPB. Para peserta dan seluruh panitia tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada dengan ketat. Penonton Grand Opening IAC kini sudah mencapai lebih dari 2.500, hal tersebut menjadi tolak ukur antusiasme KM IPB untuk menyambut gelaran seni terbesar di IPB ini.

Di setiap acara besar, pasti ada tantangan dan kendala tersendiri bagi panitia penyelenggara. Bayu Septyan Nur selaku Ketua pelaksana IAC 2021 mengatakan bahwa jarak antar panitia menjadi kendala yang dihadapi, karena komunikasi dalam organisasi/kepanitiaan merupakan kunci dari segalanya. Namun, diluar kendala tersebut, panitia IAC sangat bersemangat dalam mempersiapkan segala hal dengan baik.

“Kesan saya untuk semua panitia, kalian keren. Di tengah keterbatasan, kalian masih dapat survive di IAC. Pesan dan harapan untuk IAC tahun ini semoga dapat mengapresiasi semua seni yang ada dan semoga IAC dapat mencetak artist, baik untuk fakultas, IPB, maupun secara nasional dan internasional,” pungkas Bayu dalam wawancaranya bersama kru Koran Kampus.

Untuk KM IPB, selamat menikmati gelaran olahraga dan seni terbesar yang ada di IPB.

Reporter: Esaka Juan Cessa
Ilustrator: Ramadhanti Nisa P
Editor: Putri Arum Puspitasari

Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.