Event Update

[Media Partner] Peduli Kelaparan, Himagron Ajak Konsumsi Pangan Alternatif

Panitia WFDC bersama polisi berfoto bersama di stand photo booth

Panitia WFDC bersama polisi berfoto bersama di stand photo booth

Minggu (18/10), Himpunan Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura (Himagron) mengadakan kampanye kreatif menyerukan gerakan konsumsi pangan alternatif di kawasan Car Free Day Bundaran HI, Jakarta. Kampanye kreatif yang dilaksanakan dari pukul 6-10 pagi ini merupakan bentuk perayaan hari pangan dunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober dan bertemakan generasi anti kelaparan. Tema ini, menurut Jericho Hamas Fasyah, ketua pelaksana World Food Day Celeberation (WFDC), merupakan bentuk perhatian Himagron terhadap kasus kelaparan di Indonesia yang salah satunya diakibatkan oleh ketergantungan masyarakat pada salah satu pangan pokok saja, yaitu nasi. “Resikonya kalau kita hanya punya satu bahan pangan, ketika sewaktu-waktu terjadi serangan hama secara massive atau terjadi gangguan cuaca yang berkaitan dengan tanaman padi, kita makan apa?” kata Jericho.

Acara kampanye kreatif yang diadakan oleh Himagron ini diawali dengan memperkenalkan pangan alternatif dengan membagikan olahan singkong, ubi, serta buah-buahan dalam kemasan menarik kepada masyarakat sekitar yang mengikuti Car Free Day. Selain pangan alternatif, Himagron juga membagikan stiker mengenai fakta-fakta tentang pangan dan pertanian, serta mengajak masyarakat untuk mebuat video testimoni dan mengucapkan selamat hari pangan dunia. Menurut Jericho, memperkenalkan variasi pangan dan memberikan fakta seputar kelaparan adalah salah satu langkah untuk mewujudkan resolusi dari Food and Agricultural Organization (FAO) tahun 2025 tentang generasi anti kelaparan yang salah satunya disebabkan oleh ketergantungan pada satu bahan pangan pokok.

“Ada beragam cara bagi mahasiswa untuk menyuarakan aspirasinya, diantaranya dengan demo, tetapi kurang efektif dan pesannya tidak tersampaikan ke masyarakat. Maka dari itu, kita ingin mencoba pendekatan baru untuk menyalurkan aspirasi, sehingga masyarakat tidak hanya melihat kita menutut saja, tetapi kita juga melakukan pendekatan dan mengedukasi masyarakat,” tutup Jericho.

 

Antusiasme masyarakat yang mengikuti kampanye kreatif

Antusiasme masyarakat yang mengikuti kampanye kreatif

Saksikan juga euphoria kampanye kreatif WFDC di: https://www.youtube.com/watch?v=5qL_RnM3aTA

 

Firra Tania

About Marketing And Communication

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*