Event Update

PInK IPB ikuti Seminar Mahasiswa Kehutanan Indonesia

Seminar Mahasiswa Kehutanan Indonesia (SMKI) merupakan agenda rutin dari Pengurus Pusat Sylva Indonesia (Ikatan Mahasiswa Kehutanan Seluruh Indonesia) yang dilaksanakan setiap 2 tahun sekali secara nasional. SMKI menjadi ajang pertemuan mahasiswa kehutanan se-Indonesia untuk mengembangkan pengetahuan dan memaparkan hasil riset yang telah dilakukan oleh mahasiswa kehutanan di setiap perguruan tinggi yang memiliki jurusan atau fakultas kehutanan. Mengingat pentingnya kegiatan tersebut sebagai media pengembangan pengetahuan dan meng-update informasi hasil riset terbaru, Pusat Informasi Kehutanan (PinK) Fakultas Kehutanan (Fahutan) IPB berperan serta dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini diikuti oleh delegasi dari 20 perguruan tinggi se-Indonesia dan didukung oleh Pusat Informasi Kehutanan (PinK) Fahutan IPB, Yayasan Bakti Tanoto (YBT), Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBT), Kampoeng Wisata Tani, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (RISTEKDIKTI) dan Pemerintah Kota Batu. Kegiatan SMKI terdiri dari 2 sub kegiatan besar yaitu Seminar Nasional dan Seminar Hasil Riset. Seminar Nasional dilaksanakan pada hari Sabtu (7/5) dengan dihadiri jajaran pejabat universitas antara lain Kepala Biro Kemahasiswaan UMM Drs. Abdullah Masmuh, M.Si, Dekan Fakultas Pertanian-Peternakan Dr. Ir Damat, MP., Pembantu Dekan III Fakultas Pertanian-Peternakan Ir. Henik Sukorini, MP., Ketua Jurusan Kehutanan Tatag Muttaqin, S.Hut, M.Sc., beberapa dosen jurusan kehutanan dan narasumber Seminar Nasional dari Tenaga Ahli Ditjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ir. Muhammad Ali Wafa Pujiono, MP., Sekretaris Badan Litbang KLHK Dr. Ir. Bambang Tri Hartono, MF., serta perwakilan Pusat Informasi Kehutanan Fakultas Kehutanan IPB Mutiono, S.Hut.

Pada Seminar Nasional kali ini, tema yang diangkat adalah “Pemanfaatan Jasa Lingkungan Berbasis Konservasi dalam Pengelolaan Hutan”. Pada kesempatan tersebut, Ir. Muhammad Ali Wafa Pujiono, MP menyampaikan materi mengenai peran penting perhutanan sosial dalam pengentasan kemiskinan dan kelestarian hutan. Dalam materinya, Beliau memaparkan program dan arah kebijakan perhutanan sosial serta hubungannya dengan konservasi. “Pada dasarnya, pengelolaan dalam perhutanan sosial tetap menggunakan prinsip konservasi sesuai peruntukannya” ujar Tenaga Ahli PSKL KLHK tersebut.

Dari kiri ke kanan : Mutiono S.Hut (PinK Fahutan IPB), Bambang Tri Hartono (Litbang KLHK), Ir. Muhammad Ali Wafa Pujiono, MP (Perhutanan Sosial dan Kemitraan LH) dan Marcel Gerensa (Sekjend PP SI)

Dari kiri ke kanan : Mutiono S.Hut (PinK Fahutan IPB), Bambang Tri Hartono (Litbang KLHK), Ir. Muhammad Ali Wafa Pujiono, MP (Perhutanan Sosial dan Kemitraan LH) dan Marcel Gerensa (Sekjend PP SI)

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Badan Litbang KLHK menyampaikan peluang-peluang hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan jasa lingkungan disetiap daerah serta hasil-hasil penelitian dan pengembangan yang sudah dilakukan oleh Badan Litbang KLHK. Disamping itu, beliau juga membuka akses kepada mahasiswa dan dosen kehutanan di setiap perguruan tinggi untuk dapat bekerjasama dengan badan litbang KLHK disetiap daerah. “Saya persilakan siapa saja yang ingin mengakses badan litbang KLHK untuk melakukan riset maupun kerjasama penelitian supaya mendatangi badan litbang KLHK di daerah masing-masing” ujar Doktor Kehutanan Lulusan North Carolina tersebut.

Mutiono, S.Hut selaku perwakilan PinK Fahutan IPB menyampaikan mengenai strategi pemasaran jasa lingkungan. Beliau menunjukkan perbedaan karakteristik barang dan jasa hasil hutan serta pentingnya memperhatikan kapasitas dan intensitas manfaatnya dalam menentukan pilihan pemanfaatannya. “Hutan memiliki multifungsi dan multimanfaat, namun perlu diingat dalam pemilihan fungsi dan manfaatnya perlu memperhatikan tujuan utamanya yaitu untuk kemakmuran rakyat” ujar perwakilan PinK yang juga Pengurus Pusat Sylva Indonesia periode 2012-2014 tersebut.

Seminar Riset dilaksanakan selama 2 hari yaitu hari Sabtu (7/5) dan Minggu (8/5). Pada seminar tersebut seluruh PCSI yang hadir didorong untuk mempresentasikan hasil risetnya dengan topik yang sudah ditentukan pada kegiatan nasional sebelumnya yaitu Pelatihan Mahasiswa Kehutanan Indonesia (PMKI) di Universitas Bengkulu. Topik tersebut diantaranya adalah pengenalan identifikasi tumbuhan bawah, kultur jaringan dan geographic information system.

Pembicara dan tamu undangan berfoto bersama seluruh delegasi Pengurus Cabang Sylva Indonesia.

Pembicara dan tamu undangan berfoto bersama seluruh delegasi Pengurus Cabang Sylva Indonesia.

Adapun PCSI yang hadir dan mempresentasikan hasil risetnya antara lain Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Mataram (UNRAM), Universitas Tanjungpura (UNTAN), STIP Wuna Raha, Universitas Tadulako (UNTAD), Universitas Muhammadiyah Makassar (UMM), Universitas Halu Oleo (UHO), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Palangkaraya (UPR), Universitas Bengkulu (UNIB), STIPER Kutai Timur, Universitas Mulawarman (UNLAM), Institut Pertanian (INSTIPER) Yogyakarta, Universitas Lampung (UNILA), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar, Institut Pertanian Malang (IPM). Dengan kegiatan tersebut, diharapkan Sylva Indonesia menjadi terbiasa dengan data dan riset sehingga kedepan Sylva Indonesia dapat menjadi salah satu lembaga yang memiliki data kehutanan terbaru dan ter-update yang dapat digunakan untuk pembangunan kehutanan dimasa yang akan datang.

Editor : M Qomarul Huda

About Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus
Lembaga Pers Mahasiswa Institut Pertanian Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*