Event Update

Sambut Mahasiswa Baru IPB, Amran Jabarkan Capaian Kementan

Sumber: Aditya M

Sumber: Aditya M

Menteri Pertanian Indonesia, Dr Ir H Andi Amran Sulaiman, MP turut menjadi salah satu pembicara pada hari pertama rangkaian acara Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) angkatan 55 (14/8). Beliau memberikan sambutan yang berisi pengorientasian pertanian kepada mahasiswa baru. Terdapat hal penting yang perlu digarisbawahi dari topik yang disampaikan: capaian perubahan regulasi dan kebijakan pertanian yang dianggap telah lebih berpihak kepada petani. Di antaranya adalah, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 172 Tahun 2014 dan Refocusing Anggaran Kementerian Pertanian (Kementan).

Perpres Nomor 172 Tahun 2014 berisi tentang regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah terhadap sarana dan prasarana (sarpras) petani. Regulasi ini merupakan perubahan ketiga atas Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang ketentuan yang sama. Regulasi tersebut berisi tentang transisi sistem penyediaan benih, pupuk, pestisida, dan alat mesin tani (alsintan) yang berprinsip lelang tender menjadi penunjukkan langsung terhadap satu penyedia barang, pekerjaan konstruksi, atau jasa yang dinilai mampu melaksanakan pekerjaan dan memenuhi kualifikasi.

Terdapat lima asas yang harus dipenuhi dalam menjalani sistem yang baru: waktu, dosis, harga, jenis, dan ukuran. Pergantian tersebut dilakukan dengan menimbang upaya mencapai swasembada pangan serta mengantisipasi perubahan iklim.

“Kalau masih menggunakan sistem tender akan terlalu lama, terkadang tidak sesuai dengan perubahan iklim yang terjadi,” ujar Amran.

Refocusing Anggaran merupakan salah satu langkah Kementan dalam menyokong petani dari segi biaya pembelanjaan sarpras petani.

“Kami telah meminimalisir biaya seperti operasional dan seremonial yang kemudian dialokasikan untuk belanja sarana dan prasarana pertanian,” tegas Amran kembali.

Hal tersebut diperkuat dengan pie chart dalam presentasinya yang menunjukkan data sebagai berikut: tahun 2015 dialokasikan 20,9 triliun rupiah yang mencakup 64% anggaran, tahun 2016 dialokasikan 18,9 triliun rupiah yang mencakup 60% anggaran, dan tahun 2017 dialokasikan 16,6 triliun rupiah yang mencakup 70% anggaran. Beliau juga menerangkan target pada tahun 2018 akan mengalokasikan sebesar 19,3 triliun rupiah yang mengambil bagian sebesar 85% dari total anggaran Pagu.

Dilansir dari Detik.com, agenda pengalokasian dana ini dilakukan sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Di dalam lansiran, Amran juga mengungkapkan bahwa langkah tersebut merupakan wujud komitmen meningkatkan kesejahteraan petani.

 

Aditya Mukti

Ed: Karina Rahmi

About Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus
Lembaga Pers Mahasiswa Institut Pertanian Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*