Event Update

Transportasi Berbasis Aplikasi Online Dilarang di Jawa Barat

Kabar terkini hadir dari Dinas Perhubungan Jawa Barat mengenai larangan transportasi berbasis aplikasi. Keputusan ini dituangkan dalam surat pernyataan terkait transportasi berbasis online dan ditetapkan di Gedung Pakuan Gubernur Jawa Barat, Bandung (06/10). Publikasi tersebut diungkapkan di pers conference tanggal 9 Oktober 2017.

Penertiban dilakukan di lingkar Cibereun (sumber foto : detik.com)

Penertiban dilakukan polisi di Kabupaten dan kota Bandung (sumber foto : detik.com)

Keputusan ini diambil oleh pemerintah setelah adanya protes dari sopir angkutan kota (angkot). Mereka menuntut dihilangkannya transportasi online. Jika tidak diproses maka semua sopir angkot akan melakukan mogok kerja.

Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi Jawa Barat mendukung keputusan pelarangan transportasi online. Pelarangan tersebut diberlakukan hingga diterbitkan peraturan yang sah mengenai transportasi online oleh Menteri Perhubungan.

Kebijakan baru ini memunculkan tanggapan dari salah satu penyedia transportasi online, Nadiem Makarim.
“Pemerintah harus menanggapi masalah ini. Perlu regulasi tepat untuk menguntungkan kedua belah pihak,” ungkap Nadiem dalam Tempo (11/10).

Transportasi online tercatat telah membantu peningkatan perekonomian pekerja paruh waktu. Gojek mencatat 60% mitra merupakan pekerja paruh waktu.

Hingga berita ini ditulis, Pemerintah Jawa Barat telah menurunkan Tim gabungan aparat kepolisian bersama Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melakukan razia di beberapa titik di Kabupaten dan Kota Bandung sejak 10 Oktober lalu. Hal ini diharapkan dapat mengidentifikasi kendaraan berbasis online. Apabila ditemukan mobil/motor basis online, maka akan dilakukan penilangan.

 

 

Ratna PH

Ed : Putri IT

About Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus
Lembaga Pers Mahasiswa Institut Pertanian Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*