Event Update

Verifikasi diperpanjang, Indikasi DPM Longgarkan Aturan?

Pemilihan Raya Keluarga Mahasiswa IPB ke-18

Pemilihan Raya Keluarga Mahasiswa IPB ke-18

Hasil sidang verifikasi ditetapkan dalam SK NO.011/TAP/KPR-DPM KM/IX/2016 tentang hasil verifikasi bakal pasangan calon presma dan wapresma KM IPB 2016-2017 menyatakan bahwa pasangan Panji Laksono dan Fahrizal Amir lolos verifikasi berkas dan pasangan Tubagus Ernanda dan Fauzan Muzakki tidak lolos verifikasi. “Sesuai dengan SK No.008/TAP/KPR-DPM KM/IX/2016 Bab I Pasal 1 ayat 12,  jika hanya satu atau tidak ada bakal pasangan calon yang lolos verifikasi maka tahapan pemira selanjutnya diserahkan kepada DPM-KM IPB”, ungkap pemimpin sidang.

Segera setelah sidang verifikasi ditutup, DPM KM menggelar sidang pleno dan menghasilkan SK No.020/KPTS/DPM-KM/IPB/IX/2016 yang berisi 3 poin. Salah satu poin tersebut ialah bakal pasangan capresma dan cawapresma yang tidak lolos diberi kesempatan melengkapi berkas sampai tanggal 3 Oktober 2016 pukul 17.00 WIB. Tanggal 3 Oktober seharusnya sudah menjadi jadwal kampanye damai bagi seluruh calon pasangan Presma dan Wapresma.

Agenda verifikasi berkas bakal pasangan capresma dan cawapresma pemira 18 KM IPB kembali dilakukan (30/09) bertempat di RK AGB 301. Skorsing Sidang verifikasi I dibuka kembali pukul 19.30 WIB oleh pemimpin sidang Hafid Arya Pradan.  Namun,  sidang baru bisa dilakukan pukul 20.00 WIB karena menunggu kehadiran bakal pasangan capresma dan cawapresma serta saksi.

Verifikasi pertama dilakukan kepada Panji Laksono dan Fahrizal Amir. Berkas yang sebelumnya tidak terpenuhi dilakukan pemeriksaan oleh pihak Verifikasi dan Kampanye (Verkam) KPR-KM IPB. Pemeriksaan menyatakan bahwa berkas bakal pasangan calon ini  telah lengkap. Verifikasi kedua diakukan kepada Tubagus Ernanda dan Fauzan Muzakki. Kembali dilakukan pemeriksaan berkas yang tidak lengkap pada verifikasi sebelumnya. Pihak Verkam menyatakan bahwa berkas pasangan calon kedua ini tidak legkap. Ketidaklengkapan terjadi pada pemenuhan fotokopi KTM pendukung dari Fapet, Diploma, PPKU, dan Sekolah Bisnis.

Menyikapi kasus ini, mantan Menteri Kebijakan Kampus (Jakpus) KM IPB 2015 Abdulloh memberikan pandangannya. “Tidak konsisten, karena sudah jelas dalam SK 008/TAP/KPR-DPM KM/IX/2016 Bab I pasal 1 ayat 10, agar kedua pasang bakal calon diberikan kesempatan memenuhi berkas sampai 30 September 2016. Akan tetapi saat ada pasangan yang tidak melengkapi berkas kelonggaran kembali diberikan sampai 3 oktober 2016. Beginikah demokrasi kampus?”, balas Abdul lewat pesan singkatnya.

 

Ratna PH

Ed: Ichwanul AM

About Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus
Lembaga Pers Mahasiswa Institut Pertanian Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*