Event Update

Verifikasi Kembali Diperpanjang, DPM Minta Sidang Lanjutan Tertutup

Pemilihan Raya Keluarga Mahasiswa IPB ke-18

Pemilihan Raya Keluarga Mahasiswa IPB ke-18

Setelah dilakukannya perpanjangan I, sidang verifikasi(30/09) hanya menghasilkan satu pasangan capresma dan cawapresma yang lolos verifikasi, yaitu Panji Laksono dan Fahrizal Amir. Sedangkan, bakal pasangan Tubagus Ernanda dan Fauzan Muzakki tidak lolos  karena tidak berhasil melengkapi berkas. Menyikapi ini sidang pleno DPM KM IPB memberi perpanjangan verifikasi berkas hingga tanggal 3 Oktober 2016 pukul 19.00. Sidang verifikasi kemudian akan dilakukan secara tertutup dan mekanisme selanjutnya diserahkan kepada KPR KM IPB.

Berdasarkan hasil Pleno DPM KM IPB(30/09), sesaat setelah sidang verifikasi malam tadi, dikeluakan SK No.020/KPTS/DPM-KM/IPB/IX/2016 tentang tindak lanjut hasil verifikasi bakal pasangan capresma dan cawaprsma KM IPB 2016-2017. Dihasilkan ketetapan yang terdiri dari 3 poin. Dikutip dari akun official Line DPM MPM KM IPB hasil tersebut berupa,

  1. Bakal pasangan capresma dan cawapresma yang tidak lolos diberi kesempatan melengkapi berkas sampai tanggal 03 Oktober 2016 pukul 17.00 WIB,
  2. verifikasi berkas bakal pasangan capresma dan cawapresma dilaksanakan tanggal 03 Oktober 2016 pukul 19.00 secara tertutup dan mekanisme selanjutnya diserahkan kepada KPR KM IPB, dan
  3. Apabila hasil verifikasi tersebut masih dinyatakan tidak lolos maka mekanisme selanjutnya dikembalikan kepada KPR KM IPB 2016.

“Kami harap tidak ada kelolosan tunggal, itu akan menghambat demokrasi lokal. Karena mahasiswa akan dipaksa untuk memilih iya atau tidak”, ungkap Fauzan Muzakki. Selain itu bakal pasangan cawapresma lain juga mengungkapkan harapannya. “Pemira merupakan pesta pemikiran, jadi perang ide diharapkan ada sehingga menciptakan kesempatan demokrasi”, ungkap Fahrizal Amir.

Berbeda dengan Abdulloh, Menteri Kebijakan Kampus Era 2015 ini beranggapan bahwa satu pasang calon yang lolos merupakan kasus baru sehingga DPM kebingungan. ⁠⁠”Harusnya sih menurut saya dikembalikan saja kepada konstituen tertinggi, yaitu mahasiswa. Apakah mereka butuh Presiden mahasiswa? Biar ada tekanan moral dari mahasiswa kepada para calon. Jika, dilanjutkan seperti ini, adem-adem saja. Jadi calon yang naik juga alakadarnya bukan?”, imbuh Abdul.

 

Ratna PH

Ed: Ichwanul AM

About Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus
Lembaga Pers Mahasiswa Institut Pertanian Bogor

One comment

  1. Korpus korpus lebih dari koran.. boom!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*