Event Update

Edukasi Unik tentang Gizi Seimbang dengan Blusukan Pangan

1470735795154

Tim PKM-M Blusukan Pangan IPB lolos pada seleksi Pekan Ilmiah Nasional 2016 di IPB, Bogor (Foto: Efi S).

Gagasan baru dirintis oleh sekelompok mahasiswa IPB bertajuk edukasi unik dan kreatif tentang gizi seimbang dan diversifikasi pangan. Kegiatan ini dinamakan Blusukan Pangan yang bertujuan membuat keberagaman pangan lokal seperti, singkong, jagung, kimpul, suweg, dan ragam lainnya menjadi suatu kreasi masakan. Kreasi ini juga disesuaikan dengan pedoman gizi seimbang.

Ide tersebut bermula dari keprihatinan Indah Widia (Gizi Masyarakat), Abdul Aziz (Teknologi Pangan), Crisna Murti (Ilmu Keluarga dan Konsumen), Prisca Yoko Putri (Agronomi dan Hortikultura), dan Dika Rahmat Saepulloh (Fisika) yang tergabunh dalam kelompok PKM-M IPB 2016 akibat terancamnya ketahanan pangan di Indonesia. “Masyarakat sudah mulai meninggalkan pangan lokal, terutama dijadikan pangan pokok. Masayarakat hanya tergantung pada beras dan gandum,” ujar Indah.

1470735808691

Buku “Kembang Krisan” dan produk pangan olahan PKM-M Blusukan Pangan dipajang dalam pameran PIMNAS ke-29 di IPB (Foto: Efi S)

Blusukan Pangan masuk dalam kategori Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) yang sudah dilaksanakan selama dua bulan (April-Juni) di Desa Giyanti, Magelang, Jawa Tengah. Desa Giyanti mereka pilih sebagai desa percobaan karena memperhatikan beberapa karakteristik mendukung penerapan program tersebut. Namun, Indah juga bercerita, program Blusukan Pangan dapat diterapkan di tempat lain dengan melihat karakteristik yang ada di daerah tersebut.

Media edukasi yang digunakan Blusukan Pangan yaitu buku berjudul “Kembang Krisan” atau kreasi masakan ibu-ibu peduli pangan lokal nusantara. “Kembang Krisan” dipilih karena merupakan lambang dari kota Magelang sebagai kota sejuta bunga dan bunga identik dengan wanita. Perbedaan buku “Kembang Krisan” dengan buku resep lainnya yaitu, terdapat materi pedoman gizi seimbang dan diversifikasi pangan. Selain itu, dalam setiap resep masakan disedikan nilai gizinya. Pangan lokal yang tersedia tidak hanya digoreng atau direbus, tetapi dapat dikreasikan seperti pizza.

“Walaupun kita udah pergi dari Magelang, semoga ilmu bukunya masih bisa dimanfaatkan warga,” ujar Indah. Selain itu, ia juga berharap Blusukan Pangan dapat menjaga dan mengembalikan eksistensi keberagaman pangan lokal di nusantara.

 

Meydiana S

Ed: Ichwanul AM

About Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus
Lembaga Pers Mahasiswa Institut Pertanian Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*