Event Update

PEKA, Program Peningkatkan Kualitas Produk UMKM Desa Cikarawang

Sumber: TIM PKM

Sumber: TIM PKM

Gerak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sangat vital dalam perekonomian di Indonesia. UMKM memiliki proporsi sebesar 99,99% dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia atau sebanyak 56,54 juta unit. Masyarakat sebagai pelaku didalam UMKM dinilai masih kurang paham terhadap pengembangan produk UMKM, misalnya terhadap pengemasan dan penggunaan label yang dapat meningkatkan nilai jual produk serta branding/pemasaran yang dapat memperluas jangkauan pasar.

Desa Cikarawang merupakan salah satu dari sepuluh desa yang berada di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor yang memiliki unit UMKM yang belum berkembang. Desa Cikarawang memiliki tiga Kelompok Wanita Tani (KWT) yaitu KWT Melati, Mawar, dan Dahlia dimana lebih dari 50% anggotanya memiliki unit UMKM. Produk yang dihasilkan diantaranya adalah keripik ubi varian rasa, sari ubi ungu, keripik singkong varian rasa, keripik mocaf, brownies mocaf, nastar mocaf, rengginang, keripik pisang, dan berondong jagung varian rasa.

Banyaknya unit UMKM di Desa Cikarawang masih memerlukan pembinaan dalam pengembangan kualitas produk. Permasalahan utama dalam pengembangan produk unit UMKM di Desa Cikarawang adalah pengemasan dan pelabelan yang belum sesuai standar, belum adanya sertifikasi pangan, dan pemasaran produk yang masih terbatas. Rendahnya kualitas produk yang dihasilkan dari segi pengemasan dan pelabelan membuat produk kurang diminati konsumen. Selain itu, belum adanya sertifikasi pangan pada produk misalnya P-IRT membuat konsumen kurang percaya terhadap kualitas produk.

Branding produk yang dilakukan oleh pelaku UMKM masih tergolong sangat minim, hal ini dibuktikan dengan terbatasnya area pemasaran yang hanya dilakukan sekitar wilayah Desa Cikarawang sehingga membuat produk sulit untuk dikenal oleh masyarakat luas dan sulit untuk melakukan pemasaran dalam skala yang lebih besar.

PEKA yang merupakan Program Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk UMKM KWT Desa Cikarawang dalam segi pengemasan dan pelabelan, pemasaran, dan branding produk digadang dapat menjadi salah satu solusi permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM KWT Desa Cikarawang. PEKA digagas oleh salah satu tim PKM Institut Pertanian Bogor (IPB) yang beranggotakan Septiyani Putri Mahanani, Abdul Muis Lubis, Ramadona Fisna Wanda, Dicky Kartiwa Maulana, dan Salma Nur Adillah.

PEKA memiliki beberapa tahapan pelaksanaan, yaitu; sosialisasi terkait pengemasan dan pelabelan sesuai standar, pemasaran dan cara mengambil foto produk, keamanan dan sanitasi pengolahan pangan dan tata cara pengajuan P-IRT; aksi terkait pelatihan pengemasan sesuai dengan produk yang dimiliki, pembuatan label produk, dan pengambilan foto kemasan produk untuk pemasaran; dan advokasi untuk meningkatkan keberlanjutan program. Beberapa pihak yang terkait pelaksanaan program PEKA antara lain perangkat Desa Cikarawang, ketua KWT Desa Cikarawang, Dinas Koperasi dan UMKM Bogor, dan pengusaha produk makanan.

Saat ini, terkait pelaksanaan PEKA, untuk pemasaran produk secara offline sudah mencakup wilayah bogor dan mulai bekerjasama dengan kantin Fakultas di Institut Pertanian Bogor. Sedangkan pemasaran online dilakukan melalui sosial media Instagram dan Facebook. Hasil dari pemasaran diketahui bahwa volume produksi dari setiap UMKM meningkat dari 40 buah/bulan menjadi 300 buah/bulan. Berdasar hasil yang didapat, menandakan tanggapan konsumen terhadap produk UMKM yang dihasilkan positif.

Hal tersebut berdampak secara signifikan kepada perekonomian pelaku UMKM. Selain pemasaran, anggota KWT di Desa Cikarawang juga mengikuti kegiatan bazar/pameran produk guna memperluas pemasaran produk dan agar produk dikenal oleh berbagai kalangan masyarakat.

 

Septiyani Putri Mahanani

Ed: Karina Rahmi

About Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus
Lembaga Pers Mahasiswa Institut Pertanian Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*