Dari Ngefans Idol K-pop, Hasilkan Karya Kreatif

Jung Jaehyun NCT tengah mengerjakan tugas di Lobby Common Class Room (CCR) IPB
Sumber: Nisrina dan Adela

Hallyu Wave atau Korean Wave merupakan istilah yang diberikan terhadap fenomena tersebarnya budaya pop Korea Selatan yang mengglobal. Industri musik merupakan salah satu faktor yang membantu dalam penyebaran Korean Wave. Banyak masyarakat yang mengidolakan penyanyi serta boyband atau girlband asal negeri ginseng tersebut. Seperti Nisrina Syahira Ainiya dan San Adela Fatmaningrum, mahasiswa Program Pendidikan Kompetensi Umum (PPKU) Institut Pertanian Bogor (IPB) yang mengidolakan salah satu boyband besutan SM Entertainment, Neo Culture Technology (NCT).

Nisrina dan Adel yang mengidolakan boyband NCT ini menggunakan kreativitas mereka untuk membuat sesuatu yang unik. Mereka mengedit beberapa foto anggota NCT, sehingga mereka terlihat seakan tengah beraktivitas di dalam kampus IPB.

Mark Lee NCT tengah berada di kawasan LSI IPB
Sumber: Nisrina dan Adela

Nisrina menuturkan, inspirasi mengedit foto-foto tersebut berawal dari media sosial Twitter. Kerap ia jumpai dalam media sosial tersebut, berbagai foto idol Korean pop (K-pop) yang diedit dan mereka seolah-olah menggunakan berbagai macam jas almamater universitas di Indonesia. Nisrina kemudian tergugah untuk mencoba melakukan hal yang sama, yaitu mengedit foto-foto idol K-pop idolanya, namun dengan latar tempat lingkungan IPB.

“Waktu itu lihat foto idol di Twitter sedang duduk di lantai. Posisinya saat itu aku juga sedang duduk di lantai. Akhirnya, berbekal iseng, aku edit foto itu dengan mengganti backgroundnya menjadi kamar asrama dan ternyata berhasil. Setalah percobaan pertama yang berhasil, aku kemudian mengedit foto-foto idol K-pop lain” ujar Nisrina.

Kim Dong-young tengah duduk di lantai asrama PPKU IPB
Sumber: Nisrina dan Adela

Untuk pengeditan foto, Nisrina dan Adel hanya berbekal smartphone dengan aplikasi Picsart dan Autodesk Sketchbook. “Sebenarnya untuk pengeditan lebih mudah mencari foto idolnya dahulu baru mencari background. Tapi aku lebih sering ngefoto background dulu terus cari foto idol yg kira-kira cocok dengan pose dan lightingnya. Mengedit satu foto kurang lebih butuh waktu satu jam, maka kami biasa mengedit diwaktu senggang,”tutur Adel dalam menjelaskan prosesnya memilah foto untuk diedit.

Errizqi Dwi Cahyo
Editor: Karina Rahmi

Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.