Event Update

Fenomena Smombie Hingga Phantom Phone Alert

Smartphone menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan di abad 21 ini. Segala kegunaan smartphone, membuat masyarakat tidak menolak akan keberadaanya. Tapi seperti pisau bermata dua, smartphone juga membawa berbagai dampak buruk. Hal tersebut dapat membahayakan bagi orang yang kecanduan akan smartphone atau orang yang di sekitarnya. Istilah yang digunkan adalah Smartphone Zombie (Smombie).

Ilustrasi oleh : Ihsan T

Ilustrasi oleh : Ihsan T

Menurut urban dictionary, Smombie digunkan bagi seseorang yang berjalan hanya berfokis pada telpon pintar tanpa memperhatikan lingkungan sekitar. Jalan seorang Smombie perlahan dan tidak berarturan sehingga mirip dengan Zombie.

Fenomena ini menyebabkan munculnya reaksi dari berbagai Negara seperti Washington DC, Hongkong, China, dan Hawai. Contohnya China yang sengaja membuat jalan khusus untuk pejalan yang menggunakan smarthphone, hal tersebut digunakan untuk melindungi para smombie. Reaksi yang paling tegas terhadap fenomena ini terjadi di Hawai dimana larangan pejalan kaki yang melihat ponsel atau SMS saat menyeberang jalan diatur dalam undang-undang. Para pelanggar peraturan akan didenda 15 dollar sampai 99 dollar, tergantung seberapa sering mereka tertangkap melihat gadget saat berjalan.
Terdapat dampak lain yang terjadi pada smombie ini yaitu fenomena phantom phone alert. Seseorang akan merasa smartphone berbunyi atau bergetar. Dilansir dari listverse.com, Daniel Kruger, ilmuwan University of Michigan menyatakan bahwa saat seseorang mengalami kecanduan memakai smartphone menjadi sensitif terhadap rangsangan yang datang.
“Tanpa ada yang menghubungi, kita akan merasa smartphone bergetar atau berbunyi,” terang Daniel.
Jadi bagi anda yang sudah mulai merasa bagian dari fenomena ini patut berhati-hati. Perbanyaklah kegiatan positif yang dapat menjauhkan anda dari smartphone, atau pakailah smarthphone dengan bijak.
Azwar R
Ed : Ratna PH

About Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus
Lembaga Pers Mahasiswa Institut Pertanian Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*