Event Update

Indonesia Dapat Nikmati Fenomena GMT

Masyarakat antusias menyaksikan gerhana matahari di Planetarium Jakarta, Rabu (9/3). (Foto: Nita F)

Masyarakat antusias menyaksikan gerhana matahari di Planetarium Jakarta, Rabu (9/3). (Foto: Nita F)

Gerhana matahari Total (GMT) yang akan terjadi pada (9/03) ini akan berlangsung di Samudera Hindia dan akan berakhir di Lautan Pasifik dekat dengan Hawaii, Amerika Serikat. Wilayah daratan di beberapa provinsi Indonesia pun memiliki kesempatan untuk menikmati fenomena GMT yang berlangsung selama dua hingga tiga jam.

GMT akan melintasi 12 provinsi Indonesia yaitu dari Sumatera Barat tepatnya di Pulau Pagai Selatan; wilayah Palembang Provinsi Sumatra Selatan; Wilayah Jambi; Bengkulu; Tanjung Pandan, Bangka Belitung; Wilayah Palangkaraya Kalimantan Tengah; Wilayah Balikpapan Kalimantan Timur; Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Sulawesi Barat, Provinsi Sulawesi Tengah tepatnya di daerah Palu, Poso dan Luwu; Serta Wilayah Ternate dan Maba di Maluku Utara.

Namun selain 12 provinsi yang dilintasi GMT tersebut adapula wilayah Medan, Denpasar, Makassar, Jayapura, Jakarta dan Pulau Jawa yang akan dilintasi GMT namun hanya dapat menyaksikan GMT sekitar 50-70 persen.

Gerhana matahari yang terjadi pada wilayah Barat Indonesia akan berlangsung pukul 06.20 WIB, mencapai puncak gerhana pada 07.25 WIB dan akan berakhir pada pukul 08.35 WIB. Sementara pada wilayah tengah Indonesia, GMT akan terjadi pada pukul 07.25 WITA, dan wilayah timur pada 08.36 WIT.

Fase GMT yang akan terjadi di Pulau Pagai Selatan Sumatera Barat akan berlangsung selama 1 menit 54 detik, untuk wilayah Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara, akan berlangsung selama 3 menit 17 detik. Dan berakhir di Samudra Pasifik dan Papua Nugini, selama 4 menit 9 detik.

Pemantauan GMT ini memerlukan kondisi cuaca cerah dan lokasi tanpa terhalang gedung yang tinggi maupun pepohonan yang lebat. Menurut Peneliti LAPAN, Emanuel Sungging secara ilmiah GMT nanti terjadi di wilayah tropis dengan kondisi atmosfer yang cenderung stabil sehingga dapat dilihat dengan lebih baik.

Sebelumnya, GMT telah beberapa kali terjadi di wilayah Indonesia yaitu pada 24 Oktober 1995, 18 Maret 1988, 22 November 1984, dan 11 Juni 1983. GMT  kembali diprediksi akan terjadi di Indonesia pada 20 April 2042 dan 12 September 2053.

Shalsa N

About Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus
Lembaga Pers Mahasiswa Institut Pertanian Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*