Media Center Kota Kediri Tanggap COVID-19: Tidak Memaksa, Hanya Menghimbau

Terkait gagalnya kepulangan mahasiswa IPB asal Kediri pada Rabu (18/3) mendapat tanggapan dari Pemerintah Kota Kediri, khususnya oleh Media Center Kota Kediri Tanggap COVID-19 yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Kediri. Mahasiswa dilobi untuk kembali ke Bogor merupakan suatu bentuk kewaspadaan terhadap penyebarluasan virus corona oleh mahasiswa yang datang dari luar kota, dalam hal ini salah satunya adalah IPB.

“Tidak benar jika Pemkot Kediri mengatakan adanya mahasiswa positif corona menjadi dasar alasan meminta mahasiswa untuk tidak pulang ke Kediri,” klarifikasi Dr. Fauzan Adima, M.Kes., juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Kediri melalui whatsapp yang disampaikan oleh staf Dinkes Kediri yang sedang piket di media center pada Kamis (19/3).

Himbauan untuk tidak pulang ke Kediri merupakan tindak lanjut dari instruksi presiden yang meminta pada masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan keluar rumah atau social distancing, termasuk di area publik dan transportasi. Himbauan ini dilakukan melalui mahasiswa yang dihubungi oleh tim yang bertugas, kemudian akhirnya Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar turut berbicara langsung dengan mahasiswa terkait. Walikota dan tim melobi agar mahasiswa sebaiknya tetap di Bogor. Dalam hal ini tidak ada unsur paksaan karena mahasiswa bersedia kembali ke Bogor dengan suka rela. Biaya transportasi pun dikembalikan senilai harga awal.

Mahasiswa diharapkan bertahan di Bogor untuk sementara waktu sampai benar-benar merasa aman dan yakin tidak terpapar virus corona. Tanpa adanya tindakan ini, dikhawatirkan ada kemungkinan mahasiswa yang membawa virus tersebut ke lingkungan Kediri, dimana hal tersebut akan membahayakan keluarga dan masyarakat sekitar. Bagi mahasiswa yang ingin tetap meneruskan perjalanan, akan dilakukan pemeriksaan lanjut oleh Dinas Kesehatan Kota Kediri hingga memenuhi persyaratakan.

Walikota kediri juga telah melakukan pendekatan berupa musyawarah dengan beberapa mahasiswa dan orang tua hingga mencapai kesepakatan bersama atas dasar pemahaman terhadap tindakan percepatan penanganan COVID-19. Pihak Media Center Kota Kediri Tanggap COVID-19 mengatakan bahwa mahasiswa diperbolehkan pulang ke Kediri apabila keadaan sudah membaik, tentunya setelah tanggal 28 Maret 2020 jika kondisi kembali normal.

Sebelumnya, pada 15 Maret lalu, Walikota Kediri mengeluarkan surat edaran terkait kebijakan yang dibuat untuk menanggapi permasalahan virus corona. Pada poin ke-7, masyarakat diminta untuk menunda perjalanan dan mengurangi aktivitas berpergian. Dalam surat yang sama, dicantumkan media center yang dapat diakses melalui call center 0354-2894000 atau 08113787119 serta website http://corona.kedirikota.go.id/.

Ilustrator: Errizqi Dwi Cahyo
Editor: Yuniar Galuh Nur Fatiha

Putri Arum Puspitasari

Putri Arum Puspitasari

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.