Event Update

Pajak tinggi, Tere Liye Berhenti Terbitkan Buku

Berita mengejutkan datang dari salah satu penulis terkenal Indonesia, Tere liye. Melalui akun facebooknya, Tere Liye mengumumkan bahwa dirinya memutuskan untuk berhenti menerbitkan buku meskipun buku-bukunya hingga saat ini masih laku dipasaran.

“Buku-buku Tere Liye masih laku dipasaran, tapi pihak Gramedia Pustaka Utama menghargai keputusan Tere Liye” ujar Dionisius Wisnu selaku pihak hubungan masyarakat (humas) Gramedia Pustaka Utama (GPU).

Gramedia Pustaka Utama (Foto dari : kumparan.com)

Gramedia Pustaka Utama (Foto dari : kumparan.com)

Keputusan tersebut didasari atas besarnya pajak royalti yang dibebankan kepada penulis yaitu 15%. Menurutnya, besar pajak yang ditanggung penulis dengan resiko pekerjaannya tidaklah berimbang.

“Penulis adalah pekerja lepas yang bisa sukses, bisa gagal, bukunya bisa laku bisa juga tidak,” ujar Tere Liye.

Pajak yang dibebankan kepada penulis akan dipotong melalui penerbit, sesuai dengan PPh pasal 23  yang diberlakukan pemerintah. Tere Liye sendiri telah mengirimkan surat untuk mencoba berdiskusi mengenai permasalahan pajak royalti penulis kepada lembaga resmi termasuk Dirjen Pajak, namun hasilnya nihil. Meskipun berhenti menerbitkan buku, bukan berarti Tere Liye berhenti menulis. Ia memangkas kekhawatiran para penikmat bukunya mengenai bagaimana karya-karyanya dapat dinikmati.

” Naskah-naskah baru akan diposting lewat media sosial atau cara-cara lain agar pembaca tetap bisa menikmati buku tanpa harus berurusan dengan pajak yang berkali-kali lipat tingginya,” tutur Tere Liye melalui akun facebooknya.

Karina Rahmi
Ed : Putri IT

About Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus
Lembaga Pers Mahasiswa Institut Pertanian Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*