Youtuber Asal IPB Sabet Penghargaan Creator Award

Sumber: Juli Wicaksono

Juli Wicaksono yang akrab dikenal dengan Juli ini merupakan seorang mahasiswa aktif Institut Pertanian Bogor (IPB) dari Departemen Ekonomi Syari’ah, Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Dirinya berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan menyabet gelar sebagai orang Indonesia yang mendapat penghargaan Creator Award dari perusahaan web ternama, Youtube. Perusahaan yang berpusat di California ini mencantumkan Juli Wicaksono di situs resminya sebagai salah satu dari lima nama penerima Creator Award dari negara yang berbeda-beda.

Sejak kecil, orang tua Juli mengarahkannya untuk tekun mempelajari ilmu-ilmu komputer dan ia pun menyukainya. Secara autodidak, Juli mempelajari dasar-dasar ilmu computer mulai dari belajar coding, animasi, desain, hingga film.

Juli mulai aktif membuat konten youtube semenjak duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). Dirinya mengaku tepatnya setelah melepas jabatan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Juli aktif mengunggah konten youtube sebulan sekali. Langkah ini diawali dengan keisengannya mengisi banyak waktu luang pasca lepas jabatan Ketua OSIS.

Awalnya, konten youtube Juli berisi tentang edukasi animasi video game. Isi kontennya ini sesuai dengan latar belakangnya yang pernah menjuarai ajang perlombaan animasi game tingkat internasional. Kemenangan ini mengundang perhatian banyak orang untuk meminta Juli membuat video animasi game serupa dengan konsep yang berbeda. Juli mencoba menggunakan kemampuan bahasa inggrisnya dalam konten-kontennya. Harapannya, channel youtubenya dapat dipahami oleh seluruh penonton dari berbagai negara.
“Hitung-hitung, bisa jadi beasiswa sendiri. Gak perlu nyari-nyari beasiswa lagi,” ungkap Juli yang mulai serius dalam membuat konten di kanal youtubenya.

Dalam merintis kariernya, Juli bergerak sendiri tanpa membentuk sebuah tim yang bekerja di belakangnya. Prestasinya dalam ajang perlombaan animasi tingkat internasional pun tidak diberitahukan pada siapapun, termasuk orang tuanya. Menurutnya, orang tua akan lebih bangga jika mereka mengetahui dengan sendirinya perihal prestasi-prestasi yang berhasil ia capai. Teman-temannya pun baru mengetahui prestasi Juli setelah subscribernya mencapai angka puluhan ribu.

“Juli enggak beranggapan youtube akan selalu jadi tempat Juli mengais rejeki ataupun membangun karier, tapi lebih ke tempat Juli bereksplorasi dan sharing tentang apa saja yang Juli suka,” tambahnya.

Melihat era digital, Juli berpendapat bahwa anak muda saat ini semestinya harus pandai memprediksi masa depan untuk menghasilkan karya atau inovasi. “Anak muda semestinya harus pandai memprediksi masa depan yang belum ada saat ini,” jelasnya.

Yuniar
Editor: Annisa Dinulislam

Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

1 Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.