Event Update

[Resensi Buku] Ceros dan Batozar

Sumber: Google.com

Sumber: Google.com

Judul Buku       : Ceros dan Batozar

Penerbit           : Tere Liye

Tahun terbit     : 2018

Tebal buku       : 376 hal ; 20 cm

 

Awalnya kami hanya mengikuti karyawisata biasa

seperti murid-murid sekolah lain. Hingga Ali, dengan

kegeniusan dan keisengannya, memutuskan menyelidiki

sebuah ruangan kuno. Kami tiba di bagian dunia paralel

lainnya, menemui petarung kuat, mendapat kekuatan

baru, serta teknik-teknik menakjubkan.

Dunia paralel ternyata sangat luas, dengan begitu

banyak orang hebat di dalamnya.

 

Kisah ini tentang petualangan tiga sahabat.

Raib bisa menghilang, Seli bisa mengeluarkan petir,

dan Ali bisa melakukan apa saja.

 

***

 

CEROS

            “ Bangunan tua ini, aku sepertinya menyepelekannya. Ada sesuatu di dalamnya, dan itu bukan dari Klan Bumi, melainkan datang dari dunia paralel. “ hal. 17

Awalnya mereka—Raib, Seli dan Ali—mengikuti karyawisata ke sebuah situs kuno yang usianya sudah lebih dari dua ribu tahun. Seperti siswa-siswa lainnya, mereka berkeliling—mengenal sejarah bangunan kuno tersebut, sebelum radar dari sensor dunia paralel milik Ali mendeteksi adanya sinyal berkekuatan tinggi mencapai skala 10 yang mampu menyaingi skala Tamus ataupun Robot Z. Dengan benda canggih buatan Ali, yang di beri nama SupeRaib mereka menemukan sesuatu yang menakjubkan—sebuah bangunan kuno yang letaknya persis lima puluh kilometer di bawah situs bangunan kuno. Ditengah rasa penasaran, mereka menelusuri bangunan kuno tersebut,  tanpa di sangka di bawah kedalaman 1.200 meter di atas permukaan laut, terdapat lorong dengan patung dua manusia berkepala badak dengan tongkat perak di kedua tangannya menyambut mereka. Awalnya, semuanya berjalan lancar, bangunan kuno di dasar perut bumi itu memiliki pemadangan yang menakjubkan, hingga setelah matahari terbenam, mereka di serang oleh manusia—monster—berkepala badak dengan tongkat peraknya yang berkilauan. ILY versi 5 dengan berbagai fitur canggih yang telah Ali berikan, bahkan tak mampu untuk melawan kekuatan kedua manusia—monster—badak tersebut. Kedua manusia berkepala badak tersebut, bahkan menguasai semua teknik bertarung dunia paralel seperti, teleportasi, pukulan berdentum, teknik kinetik, sambaran petir, bahkan teknik-teknik yang belum mampu mereka kuasai.

Di tengah serangan yang tidak ada habisnya, dan mereka telah kehilangan cara untuk melawan,  matahari dari ujung ruangan pun terbit. Seketika, dua manusia berkepala badak itu menghilang, digantikan dengan dua lelaki kembar yang menolong mereka. Ngglanggeran dan Nggalanggeram, mereka berasal dari klan Aldebaran—bintang yang paling terang dari konstelasi Taurus, salah satu bintang dalam Tata Surya.  Ngglenggaran dan Ngglenggaram menjelaskan tentang monster yang menyerang mereka malam tadi,  kedua lelaki kembar itu menyebut manusia berkepala badak itu adalah Ceros. Dalam cerita mereka pula, Ngglenggaran dan Nggalenggaram menceritakan ekspedisi antar klan yang terjadi 40 ribu tahun yang lalu, yang akhirnya membuatnya terjebak ribuan tahun lamanya di dalam bangunan kuno yang bernama Bor-O-Bdur bersama dengan Ceros. Ngglanggeran dan Ngglenggaram juga mengatakan bahwa tidak ada jalan keluar dari ruangan ini, ruangan ini telah di selimuti oleh tameng yang berguna untuk menghalangi agar Ceros tidak keluar dari perut bumi dan merusak permukaan bumi. Hanya ada satu cara untuk dapat keluar dari ruangan ini, yaitu dengan sebuah benda yang dapat merubah wujud Ceros menjadi wujud aslinya. Namun, sayang benda tersebut telah di curi ribuan tahun yang lalu. Tanpa benda tersebut, mereka—Raib, Seli, dan Ali—akan tetap terjebak selamanya di Bor-O-Bdur.

BATOZAR

            “ Serangan paling mematikan justru berasal dari sentuhan lembut. Serangan terhebat bukan sesuatu yang datang dengan fantastis, spektakuler. Serangan terhebat justru datang dari kesabaran. Menunggu. Keheningan. “ hal 269.

            Berita adanya kapsul terbang di sekitar situs kuno tempat mereka karya wisata, membuat Raib geram. Raib berprasangka bahwa kapsul terbang yang tertangkap kamera dan menyebar luas dalam video itu adalah ILY versi 5 yang terlihat karena kecerobohan Ali. Namun, ternyata kapsul terbang yang tertangkap kamera itu bukanlah ILY melainkan prototipe kapsul terbang milik klan Bulan yang hilang bersamaan dengan hilangnya Batozar, sang penjagal. Batozar merupakan kriminal paling berbahaya Klan Bulan yang memiliki kemapuan menggunakan tangan, kaki, seni berkelahi tingkat tinggi sekaligus pengintai terbaik di samping ia mampu menguasai teknik klan Bulan. Hilangnya Batozar dan kemunculan prototipe kapsul terbang yang di curi memungkinkan kalau Batozar tengah bersembunyi di Bumi. Dengan hal itu, Miss Selena memerintahkan kepada Raib, Seli dan Ali untuk tidak berurusan dengan Batozar dan menyerahkan semuanya kepada Pasukan Bayangan. Namun, tanpa di sangka, mereka bertemu dengan Batozar di sebuah rumah makan.

Ali, dengan rasa ingin tahunya yang besar memutusan untuk mengikuti Batozar. Dengan kegeniusannya, Ali berhasil meletakkan pelacak di tubuh Batozar yang membuat mereka bisa mengetahui posisi Batozar. Penyergapan oleh Pasukan Bayangan pun di lakukan, di tengah pertempuran yang terjadi, Batozar mengenali Raib. Raib—Putri Bulan—yang memliki kemampuan berbicara dengan alam, ternyata adalah alasan Batozar untuk kabur dari penjara. Dalam keadaan terdesak, Batozar melakukan teleportasi dengan serta merta membawa Raib, Seli dan Ali ke ujung utara bumi. Di sana, Batozar memaksa Raib untuk melakukan kemampuannya berbicara dengan alam, untuk memutar kejadian 100 tahun yang lalu dengan maksud membuat Batozar kembali mengingat wajah istri dan putrinya yang telah hilang dari ingatannya. Berbicara dengan alam, bukanlah suatu teknik yang mudah untuk di lakukan, Raib harus berkonsentrasi penuh untuk membuat kilasan peristiwa tersebut hadir kembali. Di tengah rasa putus asa karena tak kunjung berhasil melakukan teknik tersebut, Batozar-pun mengalah, dan tidak ingin memaksa Raib untuk melakukannya lagi. Namun, Raib bersikukuh dan mengatakan tidak akan pulang sebelum berhasil mengbulkaan permintaan Batozar.

Karena rasa bersalahnya yang besar atas paksaan yang sedari awal di lakukannya, Batozar pun mencari cara agar Raib dapat kembali pulang bersama teman-temannya. Batozar kemudian, mengaktifkan kembali pelacak yang pernah Ali lekatkan di tubuhnya. Tak lama berselang, portal pasukan bayangan muncul di langit-langit, siap untuk menangkap  Batozar dan menyelamatkan Raib, Seli dan Ali. DI tengah pertempuran yang melibatkan Batozar  dan Pasukan Bayangan, kilasan peristiwa 100 tahun yang lalu tersebut muncul. Membawa serta fakta lain yang membuat Batozar terpenjara sekaligus menampilkan wajah istri dan anak Batozar. Di tengah haru yang dirasakan Batozar, pukulan mematikan yang di lancarkan oleh Pasukan Bayangan sudah tidak terelakan, Batozar dengan pasrah menerima segala serangan dari Pasukan Bayangan. Saat di detik terkahir, ia hilang bersamaan dengan kaca kecil yang ditemukan Ali di tempat terakhir Batozar menyerahkan diri.

***

Ceros dan Batozar 4,5 merupakan buku lompatan dari seri terakhir Bumi yaitu, Bintang sebelum berlanjut ke buku selanjutnya,  Komet. Buku ini merupakan spin-off dari petualangan ketiga sahabat, Raib, Seli dan Ali untuk sebelum memasuki konflik utama dalam buku Komet. Meskipun, buku ini tidak membahas konflik yang selaras dengan buku selanjutnya, namun, dalam buku ini kita di ajak untuk mengenal bagian dunia paralel yang lain, yang ternyata masih menyimpan berbagai macam  teka-teki yang belum terpecahkan. Persahabatan antara Raib, Seli, dan Ali juga semakin kuat yang membuat petualangan mereka semakin mengesankan. Dalam cerita Ceros, Ali sangat tahu bagaimana perasaan si kembar yang hidup selama bertahun-tahun di dalam perut bumi—mengurung diri karena kehilangan benda yang sangat berarti. Yang menjadikan kekuatan yang di miliki bagai boomerang yang menyakiti diri sendiri. Sementara, pada cerita Batozar, Raib seakan berkaca, perasaan kehilangan dan putus asa yang Batozar rasakan karena kehilangan memori tentang anak dan istrinya membuat Raib mengingat kembali bagaimana rupa wajah orang tua-nya yang tidak pernah ia lihat. Rasa kehilangan, putus asa dan ingin menyerah menyertai petualangan mereka, namun dengan kebaikan yang tanpa sadar mereka tanam, keberuntungan selalu ada menjadi penyelamat di saat harap terakhir yang mereka kira akan menjadi akhir dari petualangan mereka.

Beberapa quotes :

“ Ketika pertolongan yang aku butuhkan seperti enggan muncul, ternyata kekuatan ketulusan selalu berhasil mencungkil kuncinya di detik terakhir..” Hal. 122

“ …Ketahuilah bukan teknik bertarung, bukan menghancurkan gunung-gunung kekuatan terbaik dunia paralel, melainkan persahabatan. Selalu beusaha menjadi orang yang baik dan berani…” Hal. 144

 

Nanda

Editor : Karina Rahmi

About Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus
Lembaga Pers Mahasiswa Institut Pertanian Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*