Uni Konservasi Fauna Adakan Ekspedisi Global di Taman Nasional Ujung Kulon

Sumber : Farah Diba Aulia

Uni Konservasi Fauna (UKF) mengadakan seminar ekspedisi global pada Sabtu (30/11). Seminar tersebut menjadi puncak dari acara ekspedisi global yang merupakan agenda wajib pendidikan UKF. Kegiatan ekspedisi dilaksanakan di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, selama 21 hari, terhitung dari tanggal 3-23 Juli 2019.

Seminar ekspedisi global dilaksanakan di Auditorium GMSK, Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor. Seminar ini mendatangkan tiga pembicara, yaitu Ir. Anggodo, M.M., selaku Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Banten; Yayasan Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan Konsevasi Alam; dan Dosen Departemen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan, Dr, Ir. Arzyana Sunkar, M.Sc.

Seminar ini mengangkat tema “Pengaruh Pembangunan Geopark terhadap Masyarakat dan Fauna Yang Ada Di Ujung Kulon”. Dalam seminar tersebut, Farah Zulfa (Biologi 55) selaku anggota UKF memaparkan hasil ekspedisi global, yaitu identifikasi fauna yang terdiri atas 64 jenis burung , 29 jenis reptil, 89 jenis insekta, 21 jenis herbivora, 4 jenis karnivora, 4 jenis primata, dan 10 jenis fauna perairan.

“Hal paling seru selama ekspedisi itu saat bertemu badak. Setiap penelitian pagi dan sore, pasti kebayang ingin bertemu badak, padahal kenyataannya susah karena indera penciumannya sensitif banget. Jadi kalau lagi penelitian ada suara sedikit, langsung nebak, itu badak bukan ya? Padahal bukan, makanya excited banget pas beneran ketemu langsung,” ungkap Farah Zulfa.

Imam, ketua ekspedisi global, berharap bahwa ekspedisi memiliki tingkatan tersendiri, bukan hanya UKF, tapi juga mengundang dari pihak luar, walau keseluruhan merupakan kegiatan pendidikan UKF.

Ir. Anggodo berpesan untuk terus melanjutkan kegiatan ini, untuk adik-adik selanjutnya. “Kami dari Taman Ujung Kulon sangat terbuka untuk penelitian dari mahasiswa. Silahkan saja jika tertarik, ada judul apa, silahkan saja lakukan penelitian di Taman Nasional Ujung Kulon,” tutupnya.

Editor : Putri Arum Puspitasari

Farah Diba Aulia

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.