Atasi Nyeri Haid dengan Biskuit Inovasi STICK.LI PKM-K IPB

Tim PKM-K (Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan) IPB yang diketuai oleh Hana Ulil Azmi beserta empat anggotanya yakni Viona Diwanti P., Khania Mursyidatul Ashimah, Naila Mazidah, dan Tyara Rahmadhany berhasil menciptakan inovasi produk makanan yang dapat mengatasi nyeri haid. Produk tersebut berupa biskuit stick bernama STICK.LI. Tim PKM-K tersebut dibimbing oleh Dr. Kanthi Arum Widayati, S.Si, M.Si.

“Banyak solusi dari nyeri haid itu berupa minuman herbal atau suplemen dan obat-obatan, tetapi ada banyak sekali wanita yang tidak suka rasa minuman herbal atau tidak bisa menelan obat-obatan. Kebanyakan wanita saat menstruasi memiliki keinginan untuk menyantap camilan lebih tinggi dibandingkan saat hari-hari biasa. Dari sana kami melihat peluang untuk menciptakan solusi nyeri haid berupa cemilan fungsional. Kemudian terciptalah STICK.LI, biskuit stick untuk memanajemen nyeri haid,” ujar Tyara.

Adapun bahan dasar STICK.LI, yakni Biji Jali (Coix Lacryma Jobi). “Biji Jali ini memiliki kandungan anti inflamasi yang dihasilkan oleh asam fenolik dan flavonoid bioaktif yaitu chrysoeriol. Kedua senyawa tersebut dapat menekan kadar prostaglandin dan merelaksasikan otot rahim saat terjadi nyeri haid,” terang Tyara

Sejauh ini, STICK.LI telah terjual sebanyak 544 pcs dengan harga Rp 10.000/pcs nya. Penjualan STICK.LI juga telah melampaui nilai Break Event Point (BEP) produk dan target penjualan produk.

Sistem penjualan pada STICK.LI adalah B2C (Business to Consumer) yang terdiri dari penjualan langsung serta melalui platform digital seperti Shopee dan WhatsApp Business. Agar produk STICK.LI ini dapat dikenal masyarakat secara luas, tim yang diketuai oleh Hana ini memperkenalkan STICK.LI melalui platform media sosial, yaitu Instagram dan TikTok @stickli.id. Tyara menerangkan, “kita tidak hanya mengenalkan produk, tapi juga diselingi dengan konten edukasi seputar menstruasi dan dismenore.”

“Saat ini kita tengah mempersiapkan diri untuk presentasi PKP2 di pertengahan Oktober. Prinsip kekeluargaan yang membuat antar anggota tim semakin kuat bonding-nya, memberikan usaha semaksimal mungkin, dan menjaga komunikasi. Harapannya kita bisa terus memberikan yang terbaik bagi konsumen dan bisa menyumbang medali untuk mempertahankan Adikarta Kertawidya di IPB,” lanjut Tyara.

Reporter: Sayo Nicky Sae

Editor: Shintia Rahma Islamiati

Avatar

Sayo Nicky Sae

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.