Tingkatkan Kepedulian Anak Terhadap Iklim dan Cuaca, Tim KKN-T IPB Adakan Program Ayo Belajar Cuaca dan Iklim dengan Pertunjukan Boneka Tangan di RW 03 Desa Cikarawang, Bogor

Mahasiswa IPB University yang tergabung dalam Tim KKN-T BogorKab36 Cikarawang menggagas sebuah program ‘Ayo Belajar Cuaca dan Iklim!’ dengan pertunjukan boneka tangan demi tingkatkan kepedulian anak terhadap iklim dan cuaca. Program tersebut diselenggarakan pada 18 Juli 2022 lalu bertempat di SDN Carang Pulang 01, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Diinformasikan bahwa Tim KKN-T BogorKab36 tersebut terdiri atas delapan mahasiswa. Kedelapan mahasiswa tersebut diantaranya Ethan Low Chiew Young, Muhinthan Mutharasu, Maulana Akhmad Syafi’i, Hanifah Azzahra, Demma Zilba Budiman, Haura Azzahra, Rifqi Fathul Arroisi, dan Antiek Widya Ningsih serta didampingi satu Dosen Pembimbing Lapang (DPL), Ani Nuraisyah S.T.P., M.Si.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Hanifah Azzahra, salah satu anggota dari Tim KKN-T BogorKab36 pada 26 Juli 2022, program ‘Ayo Belajar Cuaca dan Iklim!’ bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak SD di RW 03 Desa Cikarawang mengenai cuaca dan iklim, serta meningkatkan kepedulian terhadap perubahan iklim. Uniknya, materi tentang cuaca dan iklim ini disampaikan melalui media boneka tangan agar lebih menarik perhatian anak-anak dan mereka tidak merasa bosan.

“Kalau misalnya ngajar kaya di sekolah gitu takutnya anak-anak bakal bosen kan ya jadi kita mengenalkan ilmu-ilmu ini sama anak-anak dengan cara yang lebih fun, dengan pertunjukan boneka tangan,” ujar Hanifah.

Materi yang diajarkan diantaranya tentang definisi umum cuaca dan iklim, tipe-tipe cuaca, perubahan iklim, serta cara mencegah dampak dari perubahan iklim tersebut. Pada penjelasan tentang perubahan iklim, dilakukan dengan pertunjukan boneka tangan yang berwujud manusia dan berbagai hewan. Melalui pertunjukan boneka tangan tersebut anak-anak menjadi lebih paham apa saja dampak perubahan iklim terhadap hewan-hewan tersebut.

Hanifah menjelaskan bahwa program ini telah dirancang sejak awal sebelum turun ke desa, untuk boneka tangannya mereka membeli sedangkan properti lain membuat sendiri. Seperti puppet stage dari kardus bekas dan kain flanel untuk tirainya. Hanifah juga menyampaikan challenge yang dihadapi timnya dalam melaksanakan program tersebut adalah bagaimana caranya membuat anak-anak antusias dan tertarik. 

Reporter   : Shintia Rahma

Editor        : Agung Nugroho

Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.