Ancaman Tersembunyi: Mahasiswa IPB Dihantui Serangan Begal

Salah satu mahasiswa IPB menjadi korban begal saat mengendarai motornya di sekitar Dramaga Regency pada Jumat, 1 Maret 2024 pukul 17.30 WIB. Pembegalan tersebut terjadi di depan asrama Fakultas Pertanian, dekat tikungan Sigma Cafe. 

Berdasarkan kesaksian korban, mulanya korban hendak menuju kost temannya untuk mengambil HP miliknya yang terbawa oleh teman korban. Saat melalui tikungan Sigma Cafe, sebuah mobil berjalan memotongnya dengan kecepatan tinggi. Pelaku pembegalan yang terdiri dari 2 orang tersebut keluar dari mobil dan menodong golok ke arah leher korban. Kedua pelaku kemudian mengancam korban dan menggeledah tubuh korban untuk mencari barang berharga miliknya. Selain itu, pelaku juga meminta STNK dari motor korban. Pelaku sempat berniat untuk menusuk perut korban, namun korban menepis dan lari menjauhi pelaku menuju kontrakan temannya. Saat kembali ke TKP, motor korban beserta mobil pelaku sudah tidak berada di tempat.

Korban Alami Luka di Leher

Mahasiswa Fakultas Pertanian IPB yang menjadi korban pembegalan ini mengalami luka lehernya. Terdapat luka sayatan di leher sepanjang 7 cm di leher korban. Pelaku ternyata sempat mengarahkan golok ke leher korban untuk membuatnya terpojok. Atas saran dari temannya, korban kemudian segera mendatangi kantor polisi untuk menceritakan kejadian yang baru dialaminya. Polisi kemudian segera mendatangi lokasi kejadian bersama korban untuk melihat TKP. Korban kemudian diminta untuk melakukan visum akibat luka sayatan yang diterima dan telah membuat surat laporan

Keterangan Saksi Mata

Seorang saksi mata yang berada di TKP saat kejadian mengatakan bahwa mobil yang dikendarai oleh begal merupakan mobil minivan berwarna putih dan terdapat sticker yang bertuliskan suatu desa tertempel pada mobil tersebut. Mobil tersebut berhenti di tengah jalan dan menghalangi saksi mata yang kemudian mengklakson agar mobil pelaku minggir. Saat saksi mata sudah melewati mobil pelaku, ia melihat motor korban sudah tergeletak dan korban sedang ditodong golok dalam posisi tercekik oleh dua orang pelaku yang pada saat itu mengenakan jas hujan sekali pakai.

Pada saat kejadian, saksi mata sempat berhenti sebentar untuk memastikan apa yang sedang terjadi. Namun, saksi mata merasa bahwa ia tidak ingin ikut campur karena khawatir bahwa aksi tersebut dilakukan karena dendam pribadi. Selain itu, saksi mata juga menyatakan bahwa terdapat banyak saksi mata lain yang merasa kebingungan dan mempertanyakan tentang keberadaan begal tersebut di sore hari.

Menghadapi Ancaman Begal

Menjadi korban kejahatan begal dapat menimbulkan berbagai perasaan kompleks akibat kejadian traumatis yang mereka alami, begitu juga yang dirasakan oleh Mahasiswa Fakultas IPB ini. Walaupun tidak sampai merasakan trauma, ia mengaku kini merasakan perasaan paranoid, was-was, dan sedikit trust-issue karena lokasi kejadian merupakan jalan yang biasa ia lalui dan masih berada dekat dengan area kampus. 

Bagi korban, pembegalan tersebut dapat terjadi akibat sifat terlalu percaya, apatis, dan kurang peduli dengan daerah sekitar kampus. Pasca kejadian tersebut, kini ia memiliki alat pelindung diri yang cukup untuk menangkal kejadian serupa. Korban hingga kini juga diantar teman-temannya hingga kost karena masih menjalani aktivitas perkuliahan hingga sore bahkan malam hari. Kejadian tersebut juga membuatnya lebih berhati-hati dengan menghindari kontak orang asing. 

“Jaga diri masing-masing, jangan lupa punya alat pelindung diri, perhatikan tingkah laku juga jangan sampai terlibat keributan dengan orang lain,” pesan korban kepada teman-teman untuk menghindari kejadian serupa yang dialaminya. 

Respon Pihak Berwajib

Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian Dramaga langsung melakukan beberapa upaya. Iyan Ruhyan, Kamtibmas Polsek Dramaga mengatakan bahwa pembegalan di sore hari tersebut bisa terjadi lantaran jalan arah Sawah Baru ditutup, sehingga ia meminta pihak dishub untuk terus membukanya. Selain itu, mereka juga sudah meminta pihak desa untuk menambahkan penerangan di sekitar area tersebut.

***

Reporter     : Lintang Rusliningtyas, Annatasha Diandra P., Syifa Shabreena, Helga Elvaretta Putri, Ramadhan Catur Pratama

Ilustrator   : Cyril

Editor        : Rafly Muzakki

Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.