Pendapat Mereka tentang Presensi Online

Sumber: Uswatun Khasanah

Tahun ajaran 2020/2021, IPB University mulai menerapkan sistem pembelajaran baru terkait pengisian daftar hadir mahasiswa secara online. Pengisian daftar hadir dilakukan dengan men-scan barcode yang ditampilkan dosen pengajar melalui aplikasi IPB Mobile.

Penerapan sistem ini bertujuan menghindari perilaku titip absen yang masih marak terjadi dikalangan mahasiswa pada pengisian presensi manual. Lokasi mahasiswa saat melakukan scan barcode pun dapat diketahui oleh sistem sehingga tidak ada mahasiswa yang bisa melakukan scan di luar kelas pembelajaran . Tentu terdapat kelebihan dan kekurangan dari setiap kemajuan teknologi seperti presensi online tersebut.

Hari pertama perkuliahan (20/01) sebagian mahasiswa mengeluhkan kericuhan yang terjadi saat mahasiswa ingin melakukan scan barcode. Kericuhan tersebut karena scanning hanya dapat dilakukan pada jarak dekat, selain itu proses scanning barcode memerlukan waktu yang cukup lama sehingga dapat memotong waktu pembelajaran.

“Memakan waktu cukup lama dan ribet, belum kalau ada salah satu mahasiswa yang gagal proses scanningnya jadi harus scan ulang lagi,” keluh Abigail, salah satu mahasiswa dari Departemen Biokimia.

Terdapat kendala lain terkait sistem baru ini, yaitu kurangnya akses internet di beberapa titik di kampus IPB. Tidak semua tempat terpasang Wi-Fi IPB sehingga kurang membantu mahasiswa apabila ruang kelas memiliki jaringan internet yang kurang bagus. Beberapa perangkat handphone yang dimiliki mahasiswa juga tidak bisa melakukan scanning barcode.

Hal serupa dirasakan oleh Shaiba Wilda, mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perikanan (MSP), “Awalnya exited gitu lebih canggih bisa absensi online, tapi ternyata ga efektif karna makan banyak waktu,” jelasnya.

Editor: Putri Arum Puspitasari

Avatar

Uswatun Khasanah

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.