Jaga Asa, Eskalasi Cita: Menavigasi Masa Depan Lewat Talkshow Inspiratif ORANGE FEM 2026

IPB University — Ratusan mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University yang telah menyelesaikan masa Pendidikan Kompetensi Umum (PKU) kini memulai perjalanan akademiknya dengan semangat baru melalui kegiatan ORANGE FEM 2026. Di balik kemeriahan acaranya yang diisi dengan parade maskot departemen, acara orientasi tahun ini membawa misi mendalam lewat tema besar “Jaga Asa, Eskalasi Cita”. Kegiatan ini lahir dari refleksi mendalam panitia terhadap kondisi generasi muda saat ini. Tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan sebuah seruan, pesan, dan harapan bagi mahasiswa angkatan 62 agar tetap optimis membangun karakter yang tangguh (agile) di tengah dinamika dunia yang penuh tantangan. Melalui tema ini, panitia ingin menjaga harapan, niat baik, dan ambisi mahasiswa agar tetap tumbuh subur.

Ketua Pelaksana ORANGE FEM 2026, Tanri Atsil, menegaskan bahwa orientasi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan awal proses pembentukan karakter mahasiswa agar lebih agile. “ORANGE FEM bukan sekadar kegiatan seremonial penyambutan. Kegiatan ini merupakan gerbang awal bagi mahasiswa untuk mengenal nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan di FEM. Di sinilah perjalanan dimulai: membentuk karakter anak muda menjadi lebih agile, serta menumbuhkan optimisme terhadap masa depan lewat semangat mewujudkan cita-cita,” ujarnya.

Senada dengan Tanri, Ketua BEM FEM 2026, Rizky Abdillah Pradana, bersama Dekan FEM IPB, Prof. Dr. Irfan Syauqi Beik, mengajak mahasiswa baru untuk tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memperkaya diri melalui organisasi, kompetisi, dan ruang kolaborasi. Mereka menekankan bahwa karakter, kepedulian, dan kemampuan beradaptasi adalah bekal utama yang harus dibangun sejak awal menjadi mahasiswa.

Meskipun para peserta yang mengikuti kegiatan ini memang sudah menjadi mahasiswa selama satu tahun, kegiatan ini menjadi momentum bagi mereka untuk memasuki departemen atau program studinya masing-masing. Menyadari bahwa masa orientasi merupakan waktu yang paling tepat untuk membentuk pribadi yang agile, optimis, dan berintegritas, sesi talkshow ditempatkan sebagai poros utama kegiatan ORANGE FEM 2026. Sesi ini dirancang untuk memandu mahasiswa baru angkatan 62 yang sedang dalam fase transisi dari lingkungan Pendidikan Kompetensi Umum sebelumnya ke lingkungan kampus yang lebih menuntut spesialisasi dan adaptabilitas tinggi di departemen program studi masing-masing.

Di balik semangat orientasi, panitia menempatkan sesi talkshow sebagai jantung edukasi yang mengarahkan mahasiswa dalam mempersiapkan. Untuk mendukung tujuan tersebut, panitia melakukan seleksi narasumber secara ketat dengan menetapkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, yakni menghadirkan sosok yang memiliki prestasi sekaligus pengalaman relevan.

Sesi pertama dibawakan oleh Sherly Annavita Rahmi dengan topik “Find Your Edge, Own Your Growth”. Sesi ini menjadi ruang refleksi mendalam bagi mahasiswa baru. Sherly mengajak peserta untuk tidak terjebak dalam arus Fear of Missing Out (FOMO) dengan mencoba menguasai segalanya. Ia menekankan bahwa keunggulan diri (edge) bukanlah kemampuan menjadi yang terbaik di segala bidang, melainkan kemampuan menemukan keunikan diri yang membuat seseorang menikmati proses belajar. Sherly menyoroti bahwa banyak anak muda kehilangan arah karena tidak mampu memilah prioritas. “Kalau semua hal dianggap penting, jangan-jangan tidak ada yang benar-benar penting dalam hidupmu,” ujar Sherly. Ia mendorong mahasiswa untuk membangun disiplin, konsistensi, dan memelihara rasa ingin tahu sebagai dasar berpikir kritis.

Lalu pada sesi kedua, Dwi A. Nurmalasari membawakan topik “Light Your Career, Navigate Your Future”. Sesi kedua membawa peserta ke realita dunia kerja profesional. Berbekal pengalaman di perusahaan multinasional seperti Nestlé dan Beiersdorf Indonesia, Dwi menjelaskan bahwa karier bukanlah jalur linear yang kaku. Ia menekankan pentingnya keberanian dalam mengambil peluang dan kemampuan beradaptasi (adaptability) saat berpindah industri. Dwi menegaskan bahwa perusahaan masa kini mencari lebih dari sekadar nilai akademik, mereka mencari lulusan dengan literasi digital, kemampuan berkomunikasi efektif, kepemimpinan, dan kerja sama tim. Ia mendorong mahasiswa untuk menjadikan masa kuliah sebagai laboratorium untuk mengasah soft skills ini melalui organisasi, magang, dan kompetisi.

Pemilihan kedua figur ini merupakan keputusan strategis untuk memberikan keseimbangan antara pengembangan karakter internal dan persiapan kompetensi eksternal bagi para mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Manajemen angkatan 62.
Namun, menciptakan ruang diskusi yang hidup bukanlah hal yang mudah. Panitia ORANGE FEM 2026 pun mengakui bahwa tantangan terbesar dalam menyelenggarakan acara ini adalah memecah kecanggungan mahasiswa yang kerap merasa enggan untuk menjadi partisipan aktif. Untuk mengatasi hal tersebut, panitia merancang alur acara yang jauh lebih menyenangkan dan tidak terkesan kaku, membangun suasana hangat sejak awal, serta memberikan ruang seluas-luasnya agar tercipta interaksi dua arah antara mahasiswa dan narasumber.

Upaya tersebut membuahkan hasil nyata. Antusiasme peserta terlihat jelas dari atensi penuh selama sesi berlangsung hingga tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab. Melalui interaksi langsung dengan pembawa acara maupun obrolan informal pasca acara, banyak mahasiswa mengaku mendapatkan perspektif baru. Mereka kini memiliki gambaran lebih jelas mengenai kehidupan perkuliahan dan merasa termotivasi untuk lebih aktif dalam berbagai ruang kolaborasi di kampus. Bagi para panitia, respons ini adalah indikator bahwa tema “Jaga Asa, Eskalasi Cita” tersampaikan dengan tepat sasaran dan sesuai dengan pesannya.

Sesi talkshow ini bukan sekadar motivasi sesaat. Seluruh panitia berharap materi yang telah disampaikan mampu menjadi mindset yang menetap bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen angkatan 62 hingga mereka lulus nanti. Dengan memahami bahwa tantangan dalam dunia profesional pasti akan dihadapi, diharapkan mahasiswa tetap mampu menjaga semangat belajar dan berani mengambil peluang positif.

Pada akhirnya, ORANGE FEM 2026 telah berhasil meletakkan fondasi yang kokoh bagi mahasiswa baru melalui seluruh rangkaian acara termasuk sesi talkshow yang diberikan. Mereka bukan hanya datang untuk kuliah, tetapi juga untuk terus bertumbuh, berani bermimpi setinggi mungkin, dan siap menjadi pribadi yang adaptif serta relevan bagi masa depan Indonesia.

***

Reporter: Natasha Umaiza

Editor: Neng Apap Apiani

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.