IPB resmi mengoperasikan layanan bus kampus lintas rute “Si Bolang” yang menghubungkan Sekolah Vokasi (SV) dan Sekolah Bisnis (SB) dengan Kampus Dramaga sejak Selasa (9/9). Layanan ini dapat dinikmati seluruh sivitas kampus, baik mahasiswa, tenaga pendidik maupun dosen, tidak dipungut biaya dan beroperasi setiap Senin hingga Jumat, sedari pukul 06.00 hingga 17.30 WIB.
Rute yang dilayani mencakup Sekolah Vokasi dan Sekolah Bisnis, Kampus IPB Baranangsiang, Stasiun Bogor, hingga Kampus IPB Dramaga, dan berlaku dua arah. Titik turun dan keberangkatan dari sisi kota berada di area parkiran motor Sekolah Vokasi. Dalam sehari, bus melayani lima trip hilir-mudik. Detailnya, dapat dilihat pada unggahan resmi Instagram @SAFE.IPB berikut.
Pada prakteknya, alur perjalanan per Jumat (11/9) kemarin juga menjangkau sejumlah titik lain. Ke arah kota, bus berangkat dari Kampus Dramaga menuju Stasiun Bogor, Science Techno Park di Taman Kencana, Sekolah Bisnis, dan berakhir di Sekolah Vokasi. Arah sebaliknya menempuh rute Sekolah Vokasi, Kampus Baranangsiang, Stasiun Bogor, dan Kampus Dramaga. Waktu tempuh satu arah memakan sekitar 30-45 menit, bergantung kepadatan lalu lintas.

Sejauh ini, penumpang masih diperkenankan mengajukan permintaan kepada pramudi untuk diturunkan di titik tertentu yang dilalui, sepanjang lokasi tersebut memang berada dalam koridor rute yang sama dan tidak melanggar keamanan berlalu lintas.
Kepala Kantor Manajemen Keamanan, Keselamatan Kerja, dan Perlindungan Lingkungan (KMKKPK) IPB University, Bayu, menyatakan jam operasional tersebut masih dapat berubah. “Kami baru dapat jam-jam praktikum mahasiswa SV di Dramaga,” ujarnya. Data jadwal praktikum itu, menurutnya, menjadi bahan kajian untuk penyesuaian berikutnya.
Bayu menerangkan, IPB tengah menyiapkan total 12 armada bus baru melalui kerja sama dengan mitra sponsor. Dua unit dirancang ramah disabilitas, satu unit dialokasikan untuk keperluan tamu institusi, dan sembilan unit sisanya untuk operasional sivitas akademika.
Armada baru tersebut akan dilengkapi sejumlah fitur keselamatan berbasis kecerdasan buatan, meliputi alarm otomatis pendeteksi kantuk bagi pengemudi, sensor peringatan asap rokok di dalam kabin, serta pelacakan GPS secara real-time yang terintegrasi dengan aplikasi IPB Mobile. Sistem tap KTM juga disiapkan sebagai penanda identitas sivitas kampus, hal ini menjadi penting, mengingat bus ini memang didedikasikan untuk sivitas, bukan khalayak umum.
Saat ini armada baru masih menuntaskan kelengkapan administratif berupa STNK dan pelat nomor, serta menjalani pelatihan bagi pengemudi dan mekanik sebelum dioperasikan penuh, sehingga untuk sementara waktu, rute lintas kota–kabupaten ini dilayani satu armada saja, itu pun berupa bus yang telah sejak lama digunakan. Namun, setelah semuanya siap, armada baru memang diprioritaskan.
Sembilan unit operasional lainnya diarahkan memperkuat rotasi sirkulasi di dalam Kampus Dramaga. Mengenai kemungkinan penambahan armada untuk rute SV–Dramaga, Bayu menyatakan hal tersebut masih akan terus dikaji. Pada Jumat sore, pihak kampus sempat menambah armada bantuan menyusul lonjakan jumlah penumpang.

Terkait operasional di jalan raya, KMKKPK menyatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Bogor. Titik naik dan turun penumpang hanya akan memanfaatkan halte yang sudah ada, termasuk halte Biskita, dalam durasi singkat, sehingga dinilai tidak akan bersinggungan hingga menciptakan gesekan dengan trayek transportasi publik setempat.
Bayu, yang juga alumni IPB angkatan 36. Berdasarkan pengalamannya merasakan tingginya biaya mobilitas mahasiswa saat perjalanan lintas kampus Bayu berharap agar Kampus Dramaga, Sekolah Vokasi (SV), dan Sekolah Bisnis (SB) dapat terintegrasi secara penuh melalui fasilitas kendaraan yang disediakan langsung oleh pihak IPB. “Sebagai alumni angkatan 36.” Ujarnya. “Saya pernah merasakan sendiri betapa berat dan sulitnya mobilitas antarkampus sewaktu kuliah dulu.”
Dari sisi pengguna, layanan ini pun disambut positif. Zahwa, mahasiswa S1 yang menetap di Dramaga, yang hendak menuju Sekolah Vokasi, mengaku mengetahui informasi rute baru tersebut dari akun Instagram @safe_ipb. “Kaget ternyata gratis,” ujarnya. “Biasanya harus naik angkot berkali-kali ke Baranangsiang lalu lanjut lagi, jadi ini sangat membantu memangkas ongkos dan waktu.”
Sementara itu, pengemudi yang bertugas di rute ini, Tajudin, menyampaikan sejumlah catatan operasional. Penerapan rute baru lintas kampus saat ini memasuki masa adaptasi bagi para pengemudi di lapangan. Tajudin dari kediamannya di Ciampea bersiap sejak pagi guna melayani keberangkatan awal pukul 06.00 WIB dari Sekolah Vokasi, mencatat adanya perbedaan ritme perjalanan dibanding koridor internal Dramaga. Dengan jeda sekitar sepuluh menit antar-keberangkatan, masa transisi ini mengharuskan tim pengemudi untuk membiasakan diri dengan pola jadwal dan alur perjalanan rute baru.
“Rute lintas kampus ini memiliki dinamika operasional yang cukup tinggi dan menuntut ketepatan waktu. Karena skema jadwal perjalanan ini masih dalam tahap penyesuaian, kami para pengemudi terus beradaptasi dengan ritme perjalanan agar pelayanan tetap prima.” Ujarnya. “Ke depannya, penyempurnaan alokasi waktu jeda serta penyediaan fasilitas halte transit tentu akan sangat membantu menjaga kebugaran pengemudi sekaligus meningkatkan kenyamanan penunggu bus.”
Unggahan mengenai rute Si Bolang di akun Instagram @safe_ipb telah memperoleh lebih dari 10.300 tanda suka. Rektor IPB University yang sebelumnya telah berjanji, akan menyampaikan tindak lanjut kebijakan terkait fasilitas transportasi mahasiswa SV dan SB pada Senin (14/9).
***
Reporter: Habiburrahman Awaludin Kadir, Ariz Nurrudin Pasya
Editor: Rahma Annisa




Tambahkan Komentar