Mahasiswa KKN IPB Hadirkan “Smart Ruminant”, Inovasi Probiotik Pakan Ternak di Desa Sokawangi

Sukawangi, Juli 2026 – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bhumiwara IPB University menghadirkan program “SMART RUMINANT” (Sustainable Monitoring and Application of probiotics Technology) di Desa Sokawangi, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Program ini diterapkan sebagai upaya pemberdayaan peternak untuk mendorong produktivitas hewan ternak ruminansia melalui penerapan inovasi probiotik pakan ternak.

Ide program ini berawal dari riset yang dilakukan tim KKN Bhumiwara untuk mengidentifikasi potensi Desa Sokawangi. Tim berkoordinasi dengan Karmudi, selaku Kepala Desa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta AIPDA Lutfil Hakim selaku pemilik peternakan setempat untuk menggali kondisi nyata di lapangan. Berdasarkan hasil riset tersebut, diketahui bahwa sektor pertanian dan peternakan adalah sektor yang paling berkembang di desa ini. Namun, pemanfaatan olahan pakan tersebut dinilai belum optimal dan masih menggunakan metode konvensional karena keterbatasan pengetahuan peternak mengenai teknologi peternakan modern, sehingga potensi sinergi antara kedua sektor ini belum sepenuhnya dikelola dengan maksimal.

“Karena namanya Smart Ruminant, ruminan itu maksudnya hewan kaki empat seperti kambing, sapi, dan domba. Latar belakang kami mengambil program ini karena melihat adanya perkembangan di sektor pertanian dan peternakan di desa ini, namun pengetahuan peternak mengenai probiotik dan ilmu peternakan modern masih terbatas,” ujar Joel Paskal, salah satu tim KKN Bhumiwara.

Menjawab tantangan tersebut, program SMART RUMINANT yang digagas oleh mahasiswa Fakultas Peternakan IPB ini mengembangkan teknologi probiotik yang dicampurkan ke dalam pakan ternak untuk meningkatkan efektivitas penyerapan nutrisi pakan bagi hewan ruminansia seperti kambing, domba, dan sapi. Bahan pembuatan probiotiknya menggunakan metode sederhana yang dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh peternak, yaitu dengan menggunakan larutan EM4, gula merah, dan air cucian beras. Probiotik yang tercampur dalam pakan ternak mengandung sejumlah mikroorganisme seperti Lactobacillus sp. dan Saccharomyces sp., yang telah melalui proses fermentasi pakan selama 5-7 hari. Nantinya, mikroorganisme tersebut dapat membantu menekan pertumbuhan bakteri jahat dan merangsang pertumbuhan bakteri baik dalam pencernaan hewan sehingga dapat membantu proses pencernaan hewan ternak ruminansia.

Dibandingkan metode konvensional, pakan yang diberi tambahan probiotik dinilai memiliki tingkat penyerapan nutrisi yang lebih baik pada saluran pencernaan ternak. Penyerapan nutrisi yang lebih optimal dapat meningkatkan potensi produktivitas ternak, yang pada akhirnya turut berdampak pada peningkatan nilai ekonomis bagi peternak. Selain bertujuan untuk meningkatkan daya cerna hewan ternak, implementasi program ini juga bertujuan untuk menekan biaya produksi pakan konvensional serta mendorong peternak dalam menghasilkan pakan probiotik secara mandiri.

Sebagai tahap awal implementasi, Tim KKN menyelenggarakan sosialisasi untuk memperkenalkan program mereka sekaligus melakukan demonstrasi pembuatan probiotik. Demonstrasi pembuatan probiotik dilakukan untuk mendorong kemandirian peternak agar dapat melanjutkan program ini setelah masa monitoring untuk mengukur keberhasilan program. Selanjutnya, proses monitoring akan dilaksanakan melalui kolaborasi bersama mahasiswa yang sedang melakukan penelitian untuk meninjau efektivitas dan perkembangan ternak terhadap pengaruh probiotik yang diberikan.

Melalui program ini, tim KKN Bhumiwara IPB University dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan baru mengenai pengelolaan sumber daya hasil daerah, khususnya mengenai teknologi probiotik pakan ternak, sehingga para peternak dapat mengelola suatu sumber daya hasil daerah secara optimal. Selain itu, para peternak diharapkan dapat menerapkan program SMART RUMINANT secara mandiri dan berkelanjutan sebagai upaya jangka panjang peningkatan produktivitas ternak ruminansia di desa tersebut.

***

Reporter: Mutia Khafid

Editor: Neng Apap Apiani

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.