KABUPATEN GARUT — Dalam kegiatan KKN-T (Kuliah Kerja Nyata Tematik), mahasiswa IPB University yang beranggotakan 7 orang menghadirkan inovasi dalam upaya mendorong kemandirian masyarakat desa, meningkatkan pengetahuan masyarakat serta membangun kesadaran mitigasi bencana serta tata kelola lingkungan yang berkelanjutan di Desa Talagawangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang disambut baik oleh masyarakat setempat.
Sebagai desa terbesar di Kabupaten Garut, Desa Talagawangi memiliki potensi sumber daya yang melimpah. Kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang yang membuat tim KKN-T Desa Talagawangi menetapkan beberapa program kerja untuk membantu masyarakat setempat. Berdampingan dengan potensi agroforestri dan hortikultura yang dimiliki, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi warga setempat dalam menggarap lahan sekitar. Sekitar 4.000 hektar kawasan hutan eks perhutani yang sejak 2022 dialihfungsikan menjadi Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) belum memiliki Surat Keputusan Perhutanan Sosial (SK PS).
Melihat fenomena tersebut, tim KKN-T Desa Talagawangi menyelenggarakan kegiatan sosialisasi serta Pendampingan Perhutanan Sosial dalam upaya untuk membantu memfasilitasi pembentukan Kelompok Tani Hutan. Para mahasiswa juga menjadi jembatan pemandu komunikasi serta musyawarah dengan stakeholder terkait seperti LMDH, Perangkat Desa, Petani penggarap hingga membantu dalam pembuatan draft pengajuan SK PS sebagai program kerja nyata mereka. Upaya ini dilakukan untuk memberikan formal legacy dan kepastian hak mengakses hutan untuk masyarakat sekitar.
Berdasarkan riset lapang oleh tim KKN-T Desa Talagawangi, inovasi digital juga dihadirkan dalam bentuk Pembuatan Peta Potensi dan Kerawanan Bencana setelah melihat kondisi topografi wilayah desa yang tergolong rawan bencana longsor. Peta digital ini dicetak dan diserahkan pada perangkat desa sekaligus dipasang dalam bentuk papan informasi permanen di lokasi strategis sebagai upaya peningkatan kewaspadaan warga dan perencanaan tata ruang desa. Di samping itu, dalam membantu memudahkan akses informasi desa, tim KKN-T Desa Talagawangi turut membuat website berisi informasi, database, hingga potensi desa agar dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, baik bagi masyarakat setempat ataupun publik. Website tersebut dapat diakses melalui tautan https://talagawangi.netlify.app.

Selain itu, aksi nyata di lapangan turut diwujudkan melalui program HIJAU, yakni penanaman bibit di sepanjang koridor jalan Desa Talagawangi dengan luas sekitar kurang lebih 3 kilometer. Kegiatan ini dilaksanakan secara bergotong royong bersama warga setempat. Penanaman bibit tersebut merupakan upaya dalam penghijauan lingkungan, penjagaan daya resap air serta peningkatan estetika lingkungan. Annisa, selaku anggota dari tim KKN-T Desa Talagawangi mengatakan bahwasanya penanaman pohon ini menjadi simbol penyambutan saat masyarakat maupun tamu masuk ke daerah Desa Talagawangi yang masih didominasi oleh Hutan.
Dalam proses pengabdiannya, tim KKN-T Desa Talagawangi yang dilaksanakan dari 6 Juli hingga 14 Agustus ini memiliki beberapa program kerja penunjang lainnya, seperti pelatihan Ecoprint dan pembuatan Eco-enzyme. Pelatihan Ecoprint ini dilakukan sebagai bentuk pengenalan ekonomi kreatif berbasis alam kepada anak-anak Sekolah Dasar (SD), sementara pembuatan Eco-enzyme dilaksanakan dalam bentuk demonstrasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah organik rumah tangga bersama ibu-ibu PKK Desa Talagawangi. Selain program yang berbasis sosialisasi, program kerja lapangan turut dilaksanakan. Salah satunya adalah SIGAP, program kerja yang berupaya dalam pembuatan dan pemasangan reflektor jalan di titik rawan desa sebagai mitigasi kecelakaan dan peningkatan keselamatan pengguna jalan terutama di malam hari.
Sebagai penutup, Annisa menyampaikan harapannya kepada masyarakat setelah pelaksanaan KKN-T selesai. “Untuk masyarakat, kami melihat banyak potensi di sini dan membantu beberapa alternatif pengembangan. Harapannya, masyarakat mulai memiliki kesadaran untuk mulai menjaga dan menyadari potensi alam Desa Talagawangi. Kegiatan yang dilaksanakan bersama saat KKN bisa dilanjutkan, website berguna dan petanya bisa dimanfaatkan lagi serta menjadi media informasi berguna. Selain itu, hutannya bisa dikelola lebih baik lagi dengan banyaknya potensi yang bisa dikembangkan.”
***
Reporter: Nauva Putri Lestari
Editor: Neng Apap Apiani




Tambahkan Komentar