korpusipb.com, Bogor — Sebanyak 2.881 mahasiswa baru angkatan 62 Sekolah Vokasi IPB University mengikuti Day-1 Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) 62 Sekolah Vokasi IPB University di Gymnasium Sekolah Vokasi IPB University, Kota Bogor, Senin (11/8). Hari pertama ospek tingkat perguruan tinggi sekaligus fakultas/sekolah ini mendatangkan Head of International Education Chuo Computer & Communication College Jepang, Dewi Ariantini Yudhasari; Youtuber Andovi da Lopez; serta sejumlah pejabat struktural IPB University sebagai pemateri.
Dekan Sekolah Vokasi IPB University, Aceng Hidayat, dalam sesi tanya jawab di sambutannya menerangkan tips supaya mahasiswa mendapatkan pekerjaan yang diimpikan dasarnya adalah menguasai skill yang telah diberikan oleh program studi. Tak lupa, skill lain yang bersifat umum, seperti kemampuan berpikir kritis (critical thinking) dan kemampuan berkomunikasi—lisan atau tulisan—baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa asing. Aceng juga menilai mahasiswa perlu memiliki inovasi digital dan motivasi dari dalam diri.
“Jangan sampai motivasi itu hanya tumbuh dari luar. Itu hanya sebatas trigger. Anda perlu mencari sesuatu yang menjadikan Anda punya spirit, punya semangat, untuk terus meningkatkan kualitas diri Anda!” tegas Aceng.
Bersama Koordinator Umum MPKMB 62 SV IPB University, Yayat Hidayat, Aceng menaruh mutiara ke dalam cangkang pada simbolis pembukaan. Proses ini melambangkan harapan, semangat, dan potensi yang akan tumbuh dalam diri mahasiswa baru angkatan 62 (Jatayu Harsakala) sepanjang perkuliahan. Penyematan jas almamater kepada Jatayu Harsakala yang diwakilkan oleh Bening Luthfiyah Asy’ari (Komunikasi Digital dan Media) serta Muhammad Zulfikar (Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak), menandakan resmi dimulainya perjalanan Jatayu Harsakala.
Jatayu Harsakala kemudian didatangi oleh Head of International Education Chuo Computer & Communication College, Dewi Ariantini Yudhasari, yang memperkenalkan bahwa kampus yang terletak di Saitama, Jepang, dan membutuhkan waktu sekitar 20 menit dengan menggunakan kereta dari Tokyo ini, telah melakukan kerja sama dengan Sekolah Vokasi IPB University. Kerja sama tersebut berupa program 3+2, dimana mahasiswa yang sudah menjalankan tiga tahun perkuliahannya di Sekolah Vokasi IPB University mendapat kesempatan untuk menimba ilmu dua tahun di Jepang. Tepatnya, di Business Design Departement, Chuo Computer & Communication College, dengan dukungan beasiswa penuh dari Nikkei Newspaper Scholarship.
Bagi mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University yang tertarik mengikuti program 3+2, dapat mulai mempelajari bahasa Jepang di Ruang CC, Gedung Dekanat Sekolah Vokasi IPB University. Adapun timeline pendaftaran kelas bahasa Jepang batch 3 di antaranya:

Head of International Education Chuo Computer & Communication College, Dewi Ariantini Yudhasari, menambahkan perbedaan antara Chuo Computer and Communication College dengan kampus lain yang ada di Jepang.
“Kalo kampus lain biasanya ada pertukaran pelajar (student exchange), hanya tukar-menukar saja. Tapi, kalau Chuo dipikirkan sampai bekerja,” tambah Dewi.
Setelah istirahat, salat, dan makan, Jatayu Harsakala mendengarkan kuliah umum yang diisi oleh Wakil Rektor IPB University bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Deni Noviana.
Deni mengungkapkan bahwa IPB University memfasilitasi mahasiswanya micro-credential berupa langganan LinkedIn Learning seperti Microsoft Excel yang sudah dapat diakses oleh mahasiswa baru di https://ocw.ipb.ac.id/ dengan menggunakan ID Pengguna dan Password IPB.

“Sebetulnya, begitu mahasiswa dapat nomor induk mahasiswa (NIM) dia sudah bisa langsung akses. Jadi, dia semester satu pun bisa masuk micro-credential,” ucap Deni.
Menjawab pertanyaan Jatayu Harsakala yang berencana ingin melakukan student exchange ke luar negeri, Deni mengatakan salah satu komitmen IPB University ialah membentuk Direktorat Pendidikan Internasional sejak 2023.
“Secara institusi Direktorat Pendidikan Internasional punya banyak program buat memfasilitasi mereka yang ingin student exchange, summer courses, itu difasilitasi. Salah satunya dengan (pembuatan) paspor (secara) gratis,” tutur Deni.
Jatayu Harsakala mengakhiri hari pertama ospeknya dengan mengikuti “Game Andovi” yang dibawakan langsung oleh Youtuber Andovi da Lopez, dimana untuk pertama kalinya game ini dimainkan di tingkat universitas, di depan ribuan mahasiswa. “Game Andovi” memiliki tujuan untuk memberikan panggung bagi content creator baru dan muda untuk menunjukkan karyanya. Panitia MPKMB 62 SV IPB University dan Tim Save Andovi telah menyiapkan tiga konsisten dari Jatayu Harsakala dengan satu karya berupa puisi, yang mana Andovi diperkenankan untuk menebak karya tersebut dimiliki oleh kontestan yang mana secara benar. Meskipun, terdapat kontestan yang akan berbohong dan mengaku bahwa itu karyanya.

Tak disangka, mahasiswa yang Andovi kira sebagai pembuat puisi bukan pembuat puisi yang sebenarnya. Andovi turut menyampaikan harapannya kepada content creator baru dan muda.
“Jangan takut untuk mulai dan selalu buat sesuatu yang lu deket ke hati!” tutup Andovi.
***
Reporter: Fairuz Zain
Fotografer: Elvin Ramadhani
Editor: Fairuz Zain




Tambahkan Komentar