Menjawab Polemik Zoom Premium di Kalangan Mahasiswa, Begini Klarifikasi Resmi IPB

Belakangan ini, mahasiswa IPB University dihebohkan dengan penghentian sementara fasilitas Zoom Premium. Kepala Lembaga Manajemen Informasi dan Transformasi Digital (LMITD) IPB, Julio Adisantoso, menjelaskan bahwa hal ini merupakan dampak dari rekonsiliasi data atau pekan ubah password yang dilaksanakan beberapa waktu silam. Rekonsiliasi data ini dilakukan secara menyeluruh. Dalam proses tersebut, akun Zoom sementara diubah menjadi versi basic. Namun, sejak Rabu, 09 April 2025, seluruh akun tersebut telah dikembalikan ke versi berlisensi.

Meski masalah teknis telah diatasi, perhatian sivitas akademika kini tertuju pada kebijakan baru IPB University yang menghapus fasilitas Zoom Premium bagi mahasiswa baru. Kebijakan ini mulai berlaku pada tahun akademik 2025, sehingga mahasiswa angkatan 61 dan seterusnya tidak lagi mendapatkan akses Zoom versi berlisensi. Menurut Julio, keputusan ini diambil sebagai upaya efisiensi dan optimalisasi anggaran.

Sumber: Aprilia Intan

Optimalisasi anggaran dilakukan sebagai respons terhadap perubahan skema layanan digital dari penyedia seperti Google dan Microsoft. IPB kini menghadapi lonjakan biaya operasional yang signifikan, karena sebelumnya penyimpanan data Google bersifat tidak terbatas dan Microsoft menyediakan satu terabyte per akun—namun kini keduanya membatasi kapasitas dan mengenakan biaya tambahan. 

“Sekarang kita harus mengalokasikan anggaran untuk membayar berbagai layanan yang sebelumnya gratis. Karena kebutuhan lain juga cukup besar, seperti email, Microsoft, dan layanan penyimpanan data—kapasitas Zoom tidak bisa lagi sebesar dulu. Agar semua layanan tetap bisa dilanggan, akhirnya kapasitas Zoom yang kami kurangi,” terang Julio saat diwawancarai pada Rabu, 09 April 2025, di Ruang LMITD Gedung B Perpustakaan IPB.

Kebijakan ini juga dipengaruhi oleh peningkatan jumlah mahasiswa baru di IPB. Pada tahun akademik 2025, IPB menerima lebih dari 5000 mahasiswa baru, jumlah yang meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. “Pada saat yang sama, jumlah mahasiswa IPB bertambah, dari sekitar 4.000 menjadi lebih dari 5.200 mahasiswa, sehingga terpaksa dikurangi. Makanya mahasiswa baru tidak diberikan, sementara mahasiswa lama tetap dapat,” ujar Julio.

Sumber: Aprilia Intan

Akibat lonjakan jumlah tersebut, IPB sempat menghadapi kebingungan dalam menentukan siapa saja yang berhak mendapatkan akun Zoom Premium, mengingat kapasitas lisensi yang terbatas. Akhirnya diputuskan bahwa mahasiswa baru tidak secara otomatis diberikan akses Zoom Premium. Namun, mahasiswa PPKU tetap dapat menggunakan Zoom sebagai peserta rapat atau mengajukan akun premium dengan mekanisme by request. “Mahasiswa yang memerlukan akun Zoom Premium bisa mengajukan melalui Help Center, dengan menyertakan surat resmi dari Kaprodi, Sekretariat PPKU, atau Ditmawa jika terkait Ormawa (Organisasi Mahasiswa),” tambah Julio.

Penggunaan akun Zoom Premium di IPB akan dievaluasi setiap enam bulan. Akun yang tidak aktif akan otomatis dikembalikan ke status basic. Selain Zoom, IPB juga menyediakan alternatif layanan rapat daring seperti Google Meet dan Microsoft Teams. Julio mengungkapkan, “Fasilitas seperti Teams sebenarnya sangat kuat untuk kolaborasi, tapi belum dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa. Pesan saya, tolong manfaatkan semua fasilitas yang sudah dilanggan oleh IPB. Jangan hanya fokus ke salah satu. Pemahaman bahwa tanpa Zoom Premium tidak bisa mengadakan rapat daring adalah keliru.”

Meski kebijakan efisiensi ini telah diberlakukan, IPB tentunya tetap berkomitmen untuk menyediakan solusi yang fleksibel bagi mahasiswa. Semua perubahan dilakukan dengan tujuan mendukung kebutuhan teknologi di dunia pendidikan secara optimal.

***

Reporter: Friscawati Hidayah, Rahma Ambara, Maulidya Bagys

Editor: Diana Rahmawati

Fotografer: Aprilia Intan

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.