IPB University Sulap Petani di Empat Desa Penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Jadi Mandiri Bibit, Dongkrak Ekonomi Lewat Durian dan Alpukat

Sukabumi, 14 Juni 2026 – Implementing Partner FOLU Net Sink 2030 dari Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (DKSHE) IPB University meluncurkan program pelatihan intensif untuk mendongkrak kapasitas petani di empat desa penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Berpusat di Sukabumi, kegiatan yang dilaksanakan selama lima hari dengan tema yang berbeda, dimulai pada Minggu, 14 Juni 2026 ini melatih para petani lokal agar mampu melakukan perbanyakan tanaman secara mandiri guna menjamin keberlanjutan ekonomi dan kelestarian hutan.

Langkah ini menjadi fondasi utama untuk mengawal keberlanjutan penanaman 35.899 pohon pada April 2026 lalu, sekaligus menjadi tolok ukur kesiapan masyarakat lokal menuju pengusulan areal preservasi kawasan secara partisipatif. Inti dari pelatihan ini adalah membekali para petani agar mampu menguasai teknik perbanyakan vegetatif pada tanaman yang bernilai ekonomi tinggi.

Pada hari pertama, pelatihan berfokus penuh pada tema “Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif”. Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (DKSHE) IPB University menghadirkan Ir. Andi Sukendro, M.Si, dosen sekaligus pakar silvikultur dan teknologi perbanyakan tanaman hutan, untuk membimbing langsung para petani.

Sumber: Narasumber

Tidak hanya teori di dalam kelas, para petani langsung diterjunkan ke lapangan untuk mempraktikkan empat teknik utama, teknik stek, teknik cangkok, teknik okulasi, teknik sambungan (Grafting). Komoditas yang dijadikan objek praktik adalah durian dan alpukat. Kedua jenis tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) ini dipilih secara sengaja karena merupakan komoditas yang paling diminati dan memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi di wilayah penyangga TNGHS.

Program yang dikoordinasikan oleh Dr. Ir. Rinekso Soekmadi, M.Sc.F.Trop ini mengusung tajuk besar “Peningkatan Kapasitas Petani Desa Penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak dalam Pengelolaan Lahan Berkelanjutan: Langkah Persiapan Menuju Pengusulan Areal Preservasi”. Pelatihan komprehensif ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari berturut-turut dengan tema yang berbeda setiap harinya.

“Penguatan kapasitas petani desa penyangga menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian fungsi ekologis kawasan,” tegas Zulham, S.Hut., M.T., selaku PEH Ahli Muda sekaligus Koordinator Pokja KK, KKH, dan PJL SPTN Wilayah III Sukabumi Balai TNGHS yang hadir membuka acara mewakili Kepala Balai. Menurutnya, saat masyarakat memiliki sumber penghidupan yang baik dan hasil pertanian melimpah, maka tekanan atau perusakan terhadap kawasan hutan dengan sendirinya akan berkurang.

Sumber: Narasumber

Pelatihan ini diikuti oleh para petani yang berasal dari empat desa intervensi program, yaitu Desa Cihamerang, Kabandungan, Cipeuteuy, dan Mekarjaya. Untuk menjamin efektivitas pembelajaran, kelas dibagi menjadi dua sesi wilayah, sesi pagi 08.00-12.00 untuk Desa Cihamerang dan Kabandungan dan sesi siang pukul 13.00–16.00 WIB untuk Desa Cipeuteuy dan Mekarjaya.

Antusiasme peserta sangat tinggi karena materi yang diberikan dinilai praktis dan bisa langsung dipraktikkan. Lewat teknik ini, petani dapat menghemat biaya pembelian bibit, menyediakan bahan tanam berkualitas secara mandiri, serta mendorong usaha tani yang lebih produktif. Sinergi DKSHE IPB University dan Balai TNGHS ini diharapkan mampu melestarikan alam Halimun Salak sekaligus mendongkrak ekonomi warga sekitar.

***

Reporter: Ananda Ayu Pertiwi

Editor: Neng Apap Apiani

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.