14 Agustus 2026 – IPB University kembali mencetak rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) yang melibatkan 4.300 mahasiswa baru angkatan 63, Mahadipta Nabhaskara, sebagai subjek rekor. Momen luar biasa di hari keempat MPKMB 63 X AGSN 2026 terlaksana di Lapangan Gelora, Kampus IPB Dramaga.
Mengusung tema ‘Harmony News Record’, konfigurasi formasi terbanyak dengan media tas serut berhasil diraih. Rekor apik berjumlah 74 formasi tersebut dikemas dengan alur cerita liputan berita yang dimainkan oleh dua maskot MPKMB 63 X AGSN 2026, Aruna dan Savara. Melalui rekor, IPB University mengisahkan sejarah, sistem, prestasi, inovasi, dan perubahan-perubahan yang telah terukir selama satu dekade dalam rangka memperingati ulang tahunnya yang ke-63.
Rekor yang sukses tentu saja merupakan harmoni karya hasil kolaborasi dan kerja keras berbagai pihak. Salah satu pihak yang berperan penting dalam teknis dan kelancaran rekor adalah panitia acara. Stage Manager rekor MPKMB 63, Terabitha Bariza menjelaskan, persiapan rekor sudah dimaksimalkan oleh panitia sejak jauh-jauh hari. Mulai dari merancang konsep, coding, desain, media, jumlah peserta, alur cerita, waktu, hingga antisipasi terhadap kendala teknis saat pelaksanaan. Hal-hal seperti matahari, kabut, dan bayangan pohon yang jarang diperhatikan penonton rupanya sangat mempengaruhi keberhasilan rekor. “Tapi syukurnya, kendala-kendala berarti hanya kita alami saat simulasi saja. Waktu di hari pelaksanaan, alhamdulillah lancar, tidak ada kendala sama sekali. Flow-nya bagus banget pokoknya,” terang Tera.

Tera juga menjelaskan beberapa pembaruan hari rekor tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, jumlah mahasiswa baru bertambah cukup signifikan dengan total sekitar 5.600 orang, 4.300 di antaranya melakukan prosesi rekor di grid. Yang unik, mahasiswa perempuan berjumlah 1.000 orang lebih banyak daripada mahasiswa laki-laki. Jika tahun lalu jumlah mahasiswa di grid seimbang antara laki-laki dan perempuan, tahun ini jumlah mahasiswa perempuan lebih mendominasi. Terdapat juga perbedaan dari jumlah formasi yang lebih sedikit dari tahun lalu. Tera menekankan, tahun ini panitia lebih fokus terhadap jumlah banyaknya media tas serut yang digunakan dalam formasi untuk memecahkan rekor.
Susunan grid 50×86 yang lebih kompleks dari sebelumnya menjadi tantangan tersendiri bagi panitia. “Nah, sebenarnya ini agak sulit, tapi menarik. Cara kita nyusun itu kayak koordinat di Excel. Huruf alfabet di sana ada dari A sampai Z. A sampai Z ada 26, terus hingga ke 80. Itu kan ke samping ya kalau di Excel, kita buat seolah dari kolom A sampai CH,” jelas Tera.
Pembaruan yang juga menarik dapat terlihat melalui adanya pendewasaan mahasiswa baru sehingga mereka memiliki kebebasan untuk menggunakan pakaian dan riasan yang diinginkan. Begitu pula pada rangkaian acara yang tidak langsung usai setelah rekor. Panitia memberikan kebebasan kepada mahasiswa baru untuk melakukan Perang Yel-Yel setelah memecahkan rekor. “Jadi maba nggak hanya kita jadikan pelaku dalam formasi rekor, tapi kita juga sediain sesi sendiri untuk mereka merasakan euforia kebersamaan dan dokumentasi bareng panitia dan teman-temannya,” tutup Tera.



Tambahkan Komentar