Bogor (11/8/2026) – Menyambung semangat “Nyala” yang telah dipancarkan pada hari pertama, rangkaian MPKMB SV IPB 63 hari kedua kembali digelar meriah di Gymnasium SV IPB. Acara ini dihadiri langsung oleh Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, S.TP., M.Si.
Dari atas panggung, ia menyapa seluruh mahasiswa baru sebelum menyampaikan pemaparan mengenai strategi sukses akademik bagi mahasiswa vokasi. Dalam pemaparannya, Alim menjelaskan pentingnya proses adaptasi menjadi mahasiswa sekaligus mengingatkan tiga peran strategis pemuda, yakni sebagai agent of change (agen perubahan), agent of development (agen pengembangan, dan agent of social control (agen kontrol sosial).
Saat diwawancarai secara eksklusif mengenai stigma pendidikan vokasi yang tidak lebih baik daripada sarjana serta cepatnya perubahan industri, Alim menegaskan pentingnya rasa percaya diri dan kebiasaan belajar bagi mahasiswa vokasi, “Mahasiswa vokasi harus percaya diri bahwa dunia kerja kedepannya sangat membutuhkan tenaga-tenaga yang terampil. Tidak hanya menyesuaikan perubahan, tetapi juga siap untuk membawa dan menggerakkan perubahan.”
Ia juga menambahkan bahwa kunci dalam menghadapi dinamika industri adalah menjadi pembelajar sejati yang selalu memiliki pola pikir positif, growth mindset, dan berorientasi pada future practice.

Antusiasme Mahadipta Nabhaskara semakin memuncak saat memasuki sesi dialog interaktif dan Rector’s Quiz yang berlangsung dalam empat sesi. Para mahasiswa baru secara kompetitif memperebutkan berbagai hadiah menarik, mulai dari unit tablet hingga apresiasi beasiswa kuliah selama satu semester.
Semangat berlanjut saat parade 17 Program Studi di Sekolah Vokasi IPB ditampilkan, disusul pemaparan inspiratif dari Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Pengembangan Pertanian Presisi, Prof. Dr. Ir. Desrial, M.Eng., IPU, APEC, Eng. Dalam sesi tersebut, ia menyoroti pencapaian Indonesia yang telah menghentikan impor beras serta memperkenalkan inovasi teknologi IPB, salah satunya pengembangan drone pertanian. Tak lupa, Prof. Desrial menyampaikan pesan mendalam bagi Mahadipta Nabhaskara agar berani berproses sejak dini.
“Kalian harus siap bersusah-susah sekarang untuk bisa menikmati kemudahan dan nikmatnya hasil di masa depan,” tegasnya.
Suasana Gymnasium semakin bergelora saat Wali Kota Bogor turut menyambut mahasiswa baru Angkatan 63 beserta jajaran pimpinan yang hadir. Ia menekankan eratnya ikatan sejarah Kota Bogor dengan IPB, sekaligus menitipkan tiga tantangan utama masa depan, yaitu krisis iklim (climate disaster), krisis BBM, dan ketahanan pangan. Melalui sesi sambutan tersebut, mahasiswa baru diajak melakukan aksi nyata lewat gerakan wajib menanam minimal satu pohon selama masa studi.
Panggung megah MPKMB 63 SV IPB hari kedua ini kemudian disempurnakan oleh pemaparan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Ir. Arif Satria, S.P., M.Si. Ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi tinggi seperti AI, semikonduktor, hingga antariksa yang berdampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, mahasiswa wajib memiliki growth mindset dan learning agility karena bakat tanpa kerja keras tidak akan cukup untuk bertahan di era perubahan.

“Sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat buat orang lain. Kalau Anda menciptakan manfaat dengan teknologi, maka manfaatnya akan sangat besar, sangat luas, dan sangat tinggi meskipun kita nanti sudah tidak ada,” tutur Arif.
Rangkaian MPKMB SV IPB hari kedua akhirnya ditutup secara hangat melalui kegiatan safari program studi (prodi). Pada sesi ini, para mahasiswa baru berkumpul bersama prodi masing-masing untuk saling mengenal jajaran dosen pengampu serta gambaran mata kuliah yang akan dipelajari. Sesi penutup ini menjadi ruang bagi Mahadipta Nabhaskara untuk mengenal “rumah belajar” mereka secara lebih dekat dan mendalam sebelum memulai perjalanan perkuliahan.




Tambahkan Komentar