KKNT Inovasi IPB University Bersama SMAN 1 Adiluwih Berhasil Menyulap Lebih dari 50 Kg Limbah Tongkol Jagung Menjadi Produk Bernilai Guna

Pringsewu, Lampung—Tim KKNT Inovasi IPB University KABPRINGSEWU06 2026 menggelar program Youth Climate Action (YCA) sebagai upaya mengedukasi generasi muda dalam mengatasi persoalan lingkungan berupa pengelolaan limbah pertanian menjadi produk yang bernilai guna. YCA bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan dari limbah pertanian sekaligus meningkatkan edukasi dan kepedulian generasi muda terhadap perubahan iklim. Kegiatan ini melibatkan 24 kelompok yang berisikan lebih dari 250 siswa kelas XII SMAN 1 Adiluwih dalam menyulap lebih dari 50 kilogram limbah tongkol jagung menjadi produk yang bernilai guna.

Program ini berangkat dari potensi limbah pertanian yang masih belum dimanfaatkan secara optimal. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi jagung pipilan kering Indonesia mencapai 15,14 juta ton pada 2024. Tingginya produksi jagung tersebut juga menghasilkan limbah pertanian, termasuk tongkol jagung, yang berpotensi untuk dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai guna. Hal tersebut sejalan dengan kondisi masyarakat di Pekon Srikaton, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Masyarakat Pekon Srikaton cenderung aktif dalam aktivitas pertanian dan komoditas hortikultura, salah satunya melakukan budidaya tanaman jagung. Limbah tongkol jagung yang melimpah memberikan peluang untuk diolah kembali menjadi berbagai produk yang memberikan nilai guna.

Kondisi ini kemudian dimanfaatkan oleh Tim KKNT Inovasi IPB University KABPRINGSEWU06 2026 melalui Youth Climate Action (YCA) yang berlangsung selama tiga pertemuan. Selama tiga pertemuan ini, tim menggabungkan metode edukasi interaktif, diskusi kelompok (Focus Group Discussion), pendampingan, hingga pengerjaan proyek secara langsung. Para siswa diberikan pemahaman tentang perubahan iklim, penyebab dan dampaknya, serta perbedaan cuaca dan iklim. Selain itu, mereka juga diajarkan mengidentifikasi aktivitas manusia yang memberikan dampak pada perubahan iklim dan solusi yang dapat dilakukan. Dalam kegiatan ini, siswa terlibat aktif dalam memberikan gagasan, sedangkan mahasiswa KKNT berperan sebagai fasilitator dalam mengarahkan proses pemikiran kreatif siswa hingga produk siap dipresentasikan. 

Gagasan yang diberikan siswa kemudian direalisasikan melalui proyek pemanfaatan limbah tongkol jagung menjadi produk yang bernilai guna menggunakan perlengkapan yang telah dipersiapkan hingga menghasilkan lebih dari 50 kilogram limbah tongkol jagung yang melahirkan berbagai inovasi dengan fungsi beragam, mulai dari briket, paving block, keranjang belanja, lampu tidur, vas bunga, hingga wadah lilin penyakit. Selain itu, limbah tongkol jagung juga dapat dimanfaatkan sebagai media mikroorganisme hayati yang berpotensi meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama. 

Puncak kegiatan ini berupa Showcase Youth Climate Action (YCA) yang ditujukan kepada seluruh kelompok untuk mempresentasikan produk yang telah dihasilkan. Mulai dari ide, proses pembuatan, serta manfaat produknya. Segmen ini diharapkan menjadi ruang bagi siswa dalam menunjukkan hasil pembelajaran serta gagasan mereka mengenai kesadaran lingkungan terutama dalam mengubah limbah pertanian menjadi produk yang memberikan nilai guna.

Melalui program Youth Climate Action (YCA), Tim KKNT Inovasi IPB University KABPRINGSEWU06 2026 menunjukkan bahwa limbah pertanian lokal dapat melahirkan berbagai inovasi yang bernilai guna. Selain itu, mereka berharap aksi sosial tersebut dapat meningkatkan kesadaran bagi generasi muda agar lebih peduli dengan isu lingkungan, serta dapat menjadi agen perubahan melalui ide-ide kreatif dan solusi inovatif di masa mendatang.

***

Reporter : Aghniya Mufida Lathifah 

Editor : Neng Apap Apiani 

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.