Gelaran Agrisymphony (AGSN) IPB University berlangsung meriah pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, AGSN kali ini terasa jauh lebih istimewa karena diselenggarakan bersamaan dengan MPKMB IPB 2026. Tidak lagi sekadar menjadi agenda festival tahunan kampus, AGSN kali ini sekaligus mengemban peran istimewa sebagai penutup resmi dari seluruh rangkaian kegiatan MPKMB bagi para mahasiswa baru angkatan 63. Selain menjadi ajang berkumpul dan selebrasi, acara ini turut menghadirkan sesi talkshow inspiratif serta deretan booth organisasi mahasiswa yang membuka ruang bagi pengunjung untuk mengenal lebih dekat dinamika dan pengalaman berkegiatan di lingkungan IPB.
Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah talkshow bersama Nabila Ishma. Dalam sesi tersebut, Nabila membahas pentingnya mengembangkan diri dan membangun personal branding di tengah perkembangan era digital. Nabila menceritakan bahwa salah satu hal yang mendorongnya untuk terus berkembang adalah keinginan untuk memberikan dampak bagi orang lain. Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan yang berbeda dalam mengembangkan diri. Karena itu, kesempatan yang datang perlu dimanfaatkan dengan berani mencoba berbagai hal dan terus mencari pengalaman baru.
Perkembangan media sosial juga menjadi salah satu hal yang tidak dapat dilepaskan dari personal branding saat ini. Menurut Nabila, media sosial dapat menjadi ruang untuk menunjukkan kemampuan, pengalaman, sekaligus memberikan dampak kepada orang lain. Namun, membangun personal branding bukan berarti harus menciptakan sosok yang berbeda dari diri sendiri. Justru, penting untuk tetap menjadi diri sendiri dan menunjukkan kelebihan yang dimiliki secara autentik.

Untuk mulai membangun personal branding, Nabila menyarankan agar seseorang terlebih dahulu menentukan arah yang ingin dituju. Setelah mengetahui tujuan dan target yang ingin dicapai, pengalaman serta kemampuan yang dimiliki dapat dikembangkan menjadi portofolio dan dibagikan secara konsisten melalui media sosial. Pesan tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian AGSN IPB 2026 yang juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar, mengenal berbagai komunitas, serta menemukan kesempatan baru untuk berkembang.
Selain talkshow, sensasi bermain game kartu dunia nyata yang sedang viral menyapa warga IPB! Kehadiran booth Pokemon Trading Card Game (TCG) di tengah keramaian berhasil meraih banyak perhatian pengunjung. Ternyata kehadirannya membawa misi khusus melalui program Pokemon TCG Academia dan menjadikan IPB sebagai perguruan tinggi pertama yang disambut sebelum pergelaran turnamen antar universitas dimulai.
Tim reporter Koran Kampus berkesempatan merasakan keseruan dari permainan tersebut. Meski awalnya awam, ternyata Pokemon TCG menawarkan kombinasi taktik, ketelitian, dan analisis mendalam saat menyusun deck serta merancang strategi serangan. Selain serunya permainan, magnet utama yang sering memicu rasa penasaran publik adalah nilai ekonomis beberapa kartu yang memiliki harga fantastis. Ternyata, harga tersebut ditentukan oleh tingkat kelangkaan (rarity), efek cetakan visual seperti full Art atau tekstur timbul, hingga kekuatan kartu tersebut dalam arena kompetisi (meta game). Tidak lupa, setiap kartu asli dilengkapi kode set resmi dan nomor koleksi unik di bagian bawah yang menjamin keaslian sekaligus nilainya di mata kolektor global. Kehadiran Pokemon TCG Academia ini telah memberi warna baru pada pergelaran Agrisymphony 2026 dan menjadi ajang pemanasan bagi para mahasiswa untuk bersiap dalam ajang turnamen tingkat universitas mendatang.
Eksplorasi masih berlanjut ke arena yang tidak kalah ramai dari pengunjung, yaitu booth Gemini Campus Tour. Disini mahasiswa diajak menjajal langsung berbagai teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk mempermudah produktivitas akademik maupun kreativitas harian. Di booth ini, pengunjung disuguhkan serangkaian fitur unggulan yang menjawab kebutuhan mahasiswa seperti, Gemini dapat terhubung langsung dengan platform Canva untuk membuat slide presentasi instan dan keren, fitur penyusunan CV profesional, serta meringkas materi kuliah dalam hitungan detik.
Selain itu, ada juga fitur suara canggih yang merespons secara langsung melalui kamera menyala (live action), mahasiswa dapat mengarahkan objek atau dokumen dan langsung berdiskusi dengan Gemini lewat suara. Dalam rangka melengkapi rangkaian tur, Gemini juga menghadirkan Nano Banana Photobooth, yaitu sebuah area foto interaktif bagi pengunjung untuk mengabadikan momen sekaligus menguji kreasi visual berbasis AI secara instan. Kehadiran Gemini Campus Tour membuktikan bahwa AI bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan alat bantu yang dapat meningkatkan efisiensi belajar dan kreativitas mahasiswa di lingkungan kampus.

Eksplorasi Tim Reporter Koran Kampus berlanjut dengan menyusuri lorong pameran yang diramaikan oleh berbagai organisasi mahasiswa (ormawa) yang dapat dikunjungi.
Bagi mahasiswa yang tertarik menorehkan prestasi ilmiah, stan FORCES (Forum for Young Scientists) IPB menjadi magnet tersendiri. Sebagai organisasi kemahasiswaan yang berfokus pada pelatihan kepenulisan ilmiah, FORCES memperkenalkan program unggulannya seperti Sekolah FORCES pelatihan intensif 3–5 bulan di bidang KTI, esai, business plan, serta desain poster dan infografis ilmiah dengan bimbingan mentor berpengalaman tanpa dipungut biaya. Selain itu, diperkenalkan pula wadah Klinik Prestasi, ajang kompetisi nasional, serta program pengabdian masyarakat. FORCES juga mengumumkan bahwa tahapan open recruitment akan dibuka pada September sampai Oktober mendatang.
Tak kalah menarik, stan SRE (Society of Renewable Energy) IPB hadir membawa misi edukasi seputar energi baru dan terbarukan, khususnya pemanfaatan panel surya. Di stan ini, tim SRE memperagakan miniatur instalasi panel surya skala rumahan yang menjadi bagian dari pelatihan internal anggota. SRE IPB menegaskan sifat inklusifnya yang terbuka bagi seluruh mahasiswa dari berbagai jurusan termasuk rumpun ilmu sosial seperti FEM dan FISEMA karena seluruh materi dasar diajarkan dari nol. Selain program internal, SRE IPB aktif melakukan edukasi energi bersih ke sekolah-sekolah lewat SRE Goes to Desa. Pendaftaran keanggotaan SRE IPB sendiri dijadwalkan akan dibuka pada akhir Desember hingga awal Januari mendatang mengikuti jadwal SRE Pusat.
Perpaduan antara semaraknya festival tahunan dan hangatnya penyambutan MPKMB sukses menjadikan perhelatan kali ini sebagai penutup orientasi yang tak terlupakan bagi mahasiswa baru angkatan 63. Melalui segudang wawasan dari sesi talkshow, keseruan eksplorasi teknologi, hingga ragam peluang yang ditawarkan di setiap booth organisasi mahasiswa, MPKSN 2026 membuktikan bahwa kampus bukan sekadar tempat menimba ilmu di ruang kelas, melainkan panggung luas untuk bertumbuh dan berkarya. Selamat datang dan selamat berproses mengukir jejak prestasi di IPB University.
***
Reporter: Felia Nazwa, Mia Nur Aisyah
Editor: Asni Kayla Azzahra




Tambahkan Komentar