Membuka Jalan Remaja Chow Kit: Misi Kemanusiaan KKN-T Internasional IPB University dalam Mengukir Cita dan Literasi Finansial

Kawasan urban perkotaan Kuala Lumpur yang riuh menjadi latar berdirinya Yayasan Chow Kit, sebuah lembaga sosial yang mendedikasikan jalannya untuk mendampingi anak-anak dan remaja dalam kondisi rentan. Sebagian besar dari mereka menghadapi keterbatasan akses akibat kendala kelengkapan dokumen administrasi kependudukan. Keterbatasan tersebut memicu risiko hilangnya arah masa depan, minimnya literasi keuangan, hingga ketidakjelasan identitas diri. 

Menjawab tantangan psikososial tersebut, tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Internasional IPB University 2026 hadir memadukan kolaborasi pengabdian masyarakat. Dipimpin oleh Giri Prabowo Aji sebagai koordinator tim, kelompok ini beranggotakan Sandrina Olivia, Zarlika Andini, Ahmad Zaki Nurzaman, Alexandra Victoria Gunawan, Annora Clarissa Efendi, Vania Raissa Amanda, dan Jihan Nurawalanisa. Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Muhammad Anhar, tim IPB University mengusung program berjudul Design Your Future: Fostering Self-Awareness and Future Readiness Among Adolescents Through Personal Development yang berlangsung sejak 14 Juli hingga 11 Agustus 2026.

Program pendampingan ini dirancang khusus untuk 15 remaja binaan Yayasan Chow Kit yang berusia 13 hingga 18 tahun. Mengawali langkah di minggu pertama, mahasiswa IPB University melakukan observasi mendalam serta penyesuaian kurikulum bersama pihak pengelola yayasan, termasuk pendiri Yayasan Chow Kit, Ms. Kala. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa materi pembelajaran terpadu secara harmonis tanpa mengganggu kurikulum utama yang berjalan di yayasan.

Memasuki tahap pelaksanaan awal yang berfokus pada pengenalan diri dan pembentukan masa depan, para peserta diajak mengenali potensi internal mereka. Melalui media interaktif lembar perencanaan identitas, anak-anak mendeteksi kekuatan, minat, dan nilai-nilai pribadi mereka. Sesi ini kemudian dilanjutkan dengan penulisan surat untuk diri sendiri di masa depan, di mana setiap remaja merefleksikan pesan komitmen dan aspirasi yang ditujukan bagi diri mereka sendiri kelak.

Proses pemberdayaan berlanjut pada modul perencanaan impian. Pada tahapan ini, peserta dibekali dengan kerangka berpikir perencanaan yang relevan untuk mengubah impian menjadi target nyata. Menggunakan sarana tangga pencapaian cita-cita, para remaja menyusun langkah-langkah praktis secara bertahap yang harus ditempuh demi menggapai impian mereka.

Sebagai mahasiswa yang membidangi ilmu ekonomi dan agribisnis, tim IPB University turut memasukkan materi penguatan kebiasaan positif dan literasi keuangan. Para peserta diajak mengidentifikasi pemicu kebiasaan negatif untuk diubah menjadi tindakan pengganti yang lebih produktif. Selain itu, melalui metode penganggaran prioritas, para remaja berlatih memilih antara kebutuhan pokok, keinginan rekreasi, hingga pemenuhan target tabungan masa depan.

Rangkaian pembelajaran tersebut berpusat pada lokakarya papan visi dan pameran impian. Seluruh refleksi diri, perencanaan target, serta tata kelola keuangan dipadukan ke dalam sebuah papan visual kreasi mandiri. Pada akhir sesi, masing-masing peserta tampil mempresentasikan papan visi pribadi mereka di depan rekan-rekan dan fasilitator sebagai wujud rasa percaya diri dan komitmen masa depan.

Di samping program inti, tim mahasiswa IPB University juga menyatukan langkah dalam menyukseskan gelaran hari eksplorasi sains dan matematika yang diselenggarakan oleh Yayasan Chow Kit. Mahasiswa mendampingi peserta didik dalam mengelola stand pameran interaktif mulai dari materi sistem pencernaan manusia, siklus hidup tumbuhan, hingga konsep matematika dasar sebagai ajang melatih keterampilan komunikasi publik.

Kehadiran mahasiswa IPB University di Yayasan Chow Kit bukanlah untuk menggantikan peran lembaga, melainkan hadir sebagai mitra yang melengkapi ruang-ruang pendampingan. Mahasiswa membawa metode dan pendekatan pembelajaran akademis, sementara pihak yayasan memberikan kearifan dalam memahami karakteristik serta kebutuhan nyata anak-anak di lapangan. Pendekatan kolaboratif dua arah ini meninggalkan kesan mendalam yang terbukti dari lembaran feedback dan pesan haru anak-anak binaan, menegaskan bahwa pendampingan ini berhasil membangun motivasi dan keberanian mereka untuk merancang masa depan yang lebih cerah. 

***

Reporter: Ananda Ayu Pertiwi

Editor: Neng Apap Apiani

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.