Langkah kaki delapan mahasiswa IPB University melintasi batas negara, membawa misi kemanusiaan yang berpusat di kawasan pemukiman padat kawasan Sungai Buloh, Selangor, Malaysia. Sekitar satu jam perjalanan dari pusat Kota Kuala Lumpur, berdiri Rumah Kasih Harmoni Paya Jaras, sebuah panti kesejahteraan sosial mitra Jabatan Kebajikan Masyarakat Malaysia yang merawat lebih dari 80 anak dengan beragam latar belakang psikososial yang kompleks.
Di panti ini, bermukim anak-anak yatim piatu, korban kekerasan dalam rumah tangga, hingga anak-anak yang terevaluasi dari lingkungan kurang kondusif. Tim KKN Internasional yang terdiri atas Ruth Catherine, Rachel Grace, Bintu Tsani, Safiandra Pasha, Nakami Fadhilah, Maulida Zahra, M. Farrel Fatahillah, dan Fitri Indriyani hadir tidak hanya untuk menjalankan tugas akademis perguruan tinggi, melainkan merajut empati serta memberikan dampak sosial yang berkelanjutan.
Menghadapi anak-anak yang tumbuh dengan keterbatasan pengasuhan orang tua menghadirkan tantangan tersendiri bagi tim mahasiswa. Rutinitas panti yang menerapkan kedisiplinan tinggi membuat anak-anak sering kali merindukan figur pengasuh yang hangat. Menjawab kebutuhan tersebut, tim KKN membentuk serangkaian aktivitas interaktif untuk membangkitkan rasa percaya diri serta motivasi masa depan.
Melalui program Pohon Mimpi atau Dream Tree, anak-anak diajak merenungkan minat, bakat, serta cita-cita mereka, lalu menyalurkannya ke dalam pesan visual di papan mural bersama. Kegiatan ini disambung dengan Letter to the Future, sebuah sesi di mana setiap anak menuliskan surat refleksi pribadi yang memuat harapan serta pesan penguat diri. Surat tersebut disimpan rapat di dalam amplop sebagai pengingat jangka panjang bahwa mereka berhak dan mampu menggapai cita-cita setinggi mungkin.
Penguatan karakter dan kreativitas tersebut semakin lengkap dengan hadirnya Market Day, sebuah program edukasi ekonomi kreatif berbasis kebudayaan Nusantara. Tim mahasiswa memanfaatkan puluhan kok bulutangkis bekas untuk dirakit menjadi miniatur Ondel-Ondel khas Betawi.
Kerajinan ini dibagi ke dalam tiga tingkatan kualitas dan nilai tukar. Sebelum berbelanja, anak-anak diajak mengikuti permainan kelompok edukatif untuk mengumpulkan uang mainan. Uang hasil kerja keras kelompok tersebut kemudian dialokasikan untuk membeli suvenir Ondel-Ondel pilihan mereka. Lewat simulasi sederhana ini, anak-anak belajar mengenai konsep pengelolaan keuangan dasar, skala prioritas kebutuhan, pengambilan keputusan, hingga seni bernegosiasi secara menyenangkan.
Perhatian tim KKN IPB University juga tertuju pada aspek kelestarian lingkungan dan keterampilan praktis di area panti. Mengetahui keberadaan instalasi hidroponik yang tidak terurus di bagian depan bangunan, mahasiswa tergerak melakukan revitalisasi penuh. Pipa paralon yang terlepas diperbaiki, sirkulasi pompa air dihubungkan kembali, dan media tanam diisi dengan Bunga Mawar Jepun untuk memperindah estetika lingkungan.
Untuk menjamin keberlanjutan fasilitas tersebut, mahasiswa menyusun petunjuk operasional standar serta membekali para pengurus panti, pekerja taman, dan anak-anak mengenai tata cara pemberian nutrisi racikan, pemantauan debit air, serta perawatan berkala.
Berbagi pengetahuan dan menjalin ikatan emosional yang erat menjadi wujud nyata keberhasilan KKN Internasional IPB University 2026 di Rumah Kasih Harmoni Paya Jaras. Momen perpisahan yang diwarnai pelukan dan air mata anak-anak panti mempertegas bahwa ketulusan untuk membantu tak pernah terbatas oleh jarak.
***
Repoeter: Ananda Ayu Pertiwi
Editor: Neng Apap Apiani





Tambahkan Komentar